Potensi hujan lebat, angin kencang, hingga potensi gelombang tinggi disebut masih terus mengintai dalam dua hingga tiga hari ke depan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 November 2017 - 08:33 WIB
WowKeren - Siklon Tropis Cembaka rupanya membawa dampak besar bagi kawasan terdekat dengan jalur badai. Pihak BMKG sendiri telah berhasil mendeteksi siklon tropis di pesisir selatan Pulau Jawa itu sejak Senin (27/11). Potensi hujan lebat, angin kencang, hingga potensi gelombang tinggi disebut masih terus mengintai dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Salah satu wilayah yang terkena dampak adalah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sudah ada 11 korban jiwa pada Selasa (28/11) lalu. Sebanyak 9 orang tewas akibat tertimbun tanah longsor, sedangkan 2 korban lain meninggal hanyut dalam banjir.
“Sembilan korban meninggal akibat longsor itu hingga saat ini belum dapat dievakuasi. Sulitnya akses menuju lokasi dan tingginya intensitas hujan, menjadi kendala,” kata Sutopo dalam keterangan tertulis BNPB. "Warga yang terdampak lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi. Kerusakan masih dalam pendataan. Pengungsi di Kecamatan Pacitan ditempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo."
Hal yang sama juga terjadi di DI Yogyakarta, sebanyak 4 orang meninggal dan beberapa orang luka-luka akibat banjir dan tanah longsor. Kerusakan jaringan listrik, fasilitas umum hingga akses jalan pun semakin menambah rumit.
Sementara itu, kekuatan badai siklon itu diperkirakan sekitar 65 km per jam pada Selasa (28/11/2017). Dampak dari siklon tropis Cempaka sendiri adalah cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali. Cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir, longsor dan puting beliung di 21 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali.
(wk/)