Menyedihkan, Begini Isi Surat Perpisahan Jonghyun yang Diungkap Personel Cloud Nine
Selebriti

Inilah isi surat perpisahan Jonghyun yang dititipkan pada personel Cloud Nine sebelum ia bunuh diri.

WowKeren - Jonghyun SHINee meninggal dunia akibat bunuh diri Senin (18/12) kemarin. Hari ini, Selasa (19/12), Nine9 vokalis grup band Cloud Nine mengungkap isi surat perpisahan dari pelantun "Lonely" itu lewat akun Instagramnya.

Menurut Nine9, Jonghyun sendiri yang memintanya mengunggah surat tersebut. Jonghyun juga sempat mengungkapkan isi pikirannya kepada Nine9, termasuk niatnya untuk mengakhiri hidup. Nine9 juga telah memperingatkan keluarga Jonghyun serta mencoba menahan main vocal SHINee itu.

Nine9 mengaku tak yakin apakah mengungkap isi surat tersebut adalah hal yang benar, namun ia menghormati permintaan Jonghyun. Ia juga percaya ada alasan tersendiri kenapa Jonghyun mempercayakan surat tersebut padanya meski nantinya mungkin akan menimbulkan kontroversi. Nine9 juga telah meminta izin keluarga Jonghyun sebelum mengungkap isi suratnya. berikut ini isi surat perpisahan Jonghyun:


A post shared by 9 (@run_withthewolf) on

"Aku rusak di dalam. Depresi yang pelan-pelan memakanku dari dalam pada akhirnya menelanku. Aku tidak bisa mengalahkannya. Aku benci diriku sendiri. Aku mencoba menahan kenangan yang sudah rusak dan berteriak pada diriku sendiri agar bertahan, tapi tidak ada jawaban. Kalau bernapas saja sulit bagiku, lebih baik tidak bernapas sama sekali. Hanya aku. Aku sendirian. Mudah saja bilang aku akan mengakhiri semuanya. Sulit mengakhiri semuanya. Aku hidup sejauh ini karena rasa sulit itu. Mereka bilang aku ingin kabur. Memang benar. Aku ingin kabur. Dari aku. Dari kalian. Aku bertanya itu siapa. Itu aku. Dan itu lagi-lagi aku. Aku bertanya kenapa aku terus kehilangan kenanganku. Mereka bilang itu karena kepribadianku. Baiklah. Pada akhirnya semua salahku. Aku ingin seseorang menyadari, tapi tidak ada yang sadar. Tidak ada yang menemuiku, jadi tentu saja mereka tidak tahu aku ada. Aku bertanya kenapa orang bisa hidup. Orang-orang cuma hidup. Kalau aku bertanya kenapa orang mati, aku rasa mereka akan bilang karena orang itu sudah lelah. Aku menderita dan aku khawatir. Aku tidak pernah belajar bagaimana mengubah rasa sakit menjadi kebahagiaan. Rasa sakit tetap saja rasa sakit. Mereka bilang padaku untuk jangan seperti itu. Kenapa? Aku tidak boleh mengakhiri semuanya seperti yang aku inginkan? Mereka bilang padaku untuk mencari tahu kenapa aku merasa sakit. Aku tahu kenapa. Aku merasa sakit karena aku. Semuanya salahku karena aku payah. Dokter, itukah yang ingin kau dengar? Tidak, aku tidak melakukan kesalahan. Saat dokter menyalahkan kepribadianku dengan suara pelannya, aku berpikir mudah sekali jadi dokter. Luar biasa betapa sakitnya aku. Orang-orang yang lebih banyak merasa sakit hidup dengan baik. Orang-orang yang lebih lemah dari aku hidup dengan baik. Aku rasa tidak. Dari semua orang yang masih hidup, tidak ada yang lebih sakit dariku dan tidak ada yang lebih lemah dariku. Tapi mereka bilang aku harus hidup. Aku bertanya beberapa kali, tapi bukan untukku. Untuk kalian. Aku ingin itu untukku. Jangan bilang sesuatu yang tidak masuk akal. Mencari tahu kenapa aku merasa sakit? Aku sudah bilang kenapa. Kenapa aku merasa sakit. Memangnya tidak boleh sesakit ini karena hal itu? Apa aku perlu detail yang dramatis? Aku butuh kisah lebih banyak? Aku sudah bilang kenapa. Apa kau tidak mendengarkan? Hal-hal yang bisa aku menangkan tidak berakhir dengan bekas luka. Bukan tempatku untuk bertarung dengan dunia. Bukan hidupku untuk dikenal dunia. Mereka bilang itulah kenapa aku lebih merasa sakit. Karena aku bertarung dengan dunia, karena aku dikenal dunia. Kenapa aku memilih ini? Itu lucu. Suatu keajaiban aku bertahan sejauh ini. Apa lagi yang bisa aku katakan? Bilang saja aku sudah bekerja keras. Walaupun kau tidak bisa tersenyum saat kau melepasku, tolong jangan salahkan aku. Aku sudah berusaha keras. Selamat tinggal."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait