Keraguan ibu bayi keluarga muslim muncul ketika ia merasa bahwa anak yang digendongnya mirip dengan wanita lain di kamar bersalin. Wah, kok bisa?
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 Januari 2018 - 20:09 WIB
WowKeren - Kisah bayi yang tertukar saat lahir sering banget digunakan sebagai sumber cerita sinetron. Kalau dalam cerita nih biasanya ketika dewasa identitas mereka bakal keungkap. Trus pada milih balik ke orangtua kandungnya masing-masing.
Kasus kayak gini ternyata beneran ada di dunia nyata lho. Kasus ini bermula setelah pasangan Muslim India bernama Shahabudin Ahmed dan istrinya Salma Parbin merasa anak mereka tidak mirip sama sekali dengan orang tuanya. Nyonya Pabin mengatakan bahwa ketika ia menatap mata anaknya ia ragu kalau Jonait, adalah putra kandungnya.
"Ketika aku melihat wajahnya, aku merasa ragu," ujar Parbin. "Aku tiba-tiba ingat wajah dari wanita lain di ruang bersalin dan anak ini mirip sekali dengannya. Anak ini punya mata kecil, tidak ada yang seperti itu di keluargaku."
Perasaan Parbin ini kemudian disampaikan pada suaminya. Ketika Ahmed mengadu pada rumah sakit tentang keraguan istrinya ini, seorang pegawai menolak laporannya dan menyarankan istri Ahmed untuk menemui psikiatri.
Beberapa tahun berlalu Ahmed mengetahui bahwa anaknya memang tertukar dengan pasangan Hindu bernama Shewali dan istrinya bernama Anil. Mereka ini berasal dari suku Tribal yang ciri fisiknya mirip Mongolia dan tentunya juga mirip dengan Jonait. Sementara anak yang dirawat oleh Shewali ini sangat mirip ciri fisiknya dengan Ahmed yang berasal dari suku India asli.
Selama hampir tiga tahun, pasangan ini merawat bayi mereka masing-masing. Rasa kasih sayang pun sudah terikat kuat. Akan tetapi, mereka sudah terlanjur memasukkan kasus ini ke pengadilan. Pada saat sidang 4 Januari kemarin, mereka juga sudah siap bertukar anak.
Namun, keadaan mengejutkan terjadi saat persidangan. Jonait menangis keras dan tidak mau lepas dari pelukan Ahmed. Begitu juga dengan Ryan yang tidak mau meninggalkan Shewali.
Akhirnya kedua keluarga ini memutuskan untuk menjaga anak yang mereka bawa masing-masing dan saling berhubungan. Kedua keluarga ini juga sepakat untuk membiarkan anak-anak mereka memutuskan sendiri di mana mereka akan tinggal dan juga agama apa yang akan mereka pilih.
(wk/)