Baik-Baik Saja Saat Jatuh Sepeda, Bocah 8 Tahun Akhirnya Meninggal Karena Bakteri 'Pemakan' Daging
SerbaSerbi

Meski sudah dilakukan perawatan pada lukanya akibat jatuh dari sepeda, ternyata anak ini meninggal karena alasan lain.

WowKeren - Maut bisa menjemput siapa saja. Ia juga bisa datang kapan saja dan lewat cara apapun. Ungkapan tersebut nampaknya terjadi pada seorang bocah malang bernama Liam Flanagan ini.

Liam adalah bocah delapan tahun yang ceria. Layaknya bocah laki-laki pada umumnya, Liam anak yang aktif. Ia suka bermain sepeda di sekitar rumahnya. Sampai suatu hari kejadian malang menimpanya.

Pada hari itu Liam mengalami kecelakaan saat menaiki sebuah bukit dengan sepedanya. Darah merembes keluar dari luka di pahanya. Luka ini didapatkan setelah setir sepedanya menembus celana yang ia gunakan.

Liam lalu dibawa ke rumah sakit dan dokter menjahit lukanya. Sederhana, kejadian ini berangsur dilupakan karena memang normal bagi anak laki-laki yang aktif untuk jatuh dan terluka.

Beberapa hari kemudian, tanpa diduga-duga, Liam malah harus berjuang demi nyawanya. Bakteri pemakan daging, yang ada di tanah dan ternyata masuk lewat luka Liam, menyerang jaringan lunak bocah riang ini.


Ibu dan Ayah tiri Liam, Sara Hebard dan Scott Hinkle, sempat menyadari ada sesuatu yang aneh pada anaknya. Liam mengeluh sakit parah di daerah pangkal pahanya. Ketika Scott memeriksanya, ia langsung kaget lantaran mendapati paha anaknya jadi berwarna keunguan.

Liam langsung kembali dilarikan ke rumah sakit. Ia dioperasi untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi. Merasa belum membaik, Liam di bawa ke rumah sakit lain di Portland. Menyedihkannya, di sana kaki Liam terpaksa harus diamputasi. Menurut dokter ini adalah kejadian yang langka sekaligus mematikan.

"Mereka sungguh memotongnya, sepotong demi sepotong," ujar Scott. "Hampir seluruh sisi kanannya hilang," tambah Sarah. "Mereka terus-terusan memotong dan berharap, memotong dan berharap."

Tindakan amputasi ini nampaknya tidak membuat kondisi Liam membaik. Kesehatannya terus menurun dan terpaksa dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Randall. Malamnya, bocah bernama Liam ini harus menghembuskan napas terakhirnya. Ia tidak bisa diselamatkan.

Sara mengungkapkan bahwa Liam adalah bocah yang kuat dan ceria. Selama ia dirawat di rumah sakit, Liam selalu rutin menelpon temannya. Ia juga sering memamerkan selang-selang infus yang dipasang di tubuhnya. "Dia menggenggam tanganku dan bilang kalau ia hanya butuh pelukan," kenang Sara. Malang sekali nasib Liam.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait