Para peneliti juga menemukan dua bakteri yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker usus besar yang selama ini menjadi momok pengobatan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 14 Februari 2018 - 13:35 WIB
WowKeren - Tren wisata kuliner sedang melanda anak muda. Tersedianya berbagai macam restoran dan kafe serta populernya membagikan kegiatan di Instagram, membuat para anak muda jadi gemar berkuliner.
Banyak di antara mereka sepertinya menjadi suka makan. Akan tetapi, sepertinya para anak muda ini juga jadi kurang memperhatikan kesehatan mereka. Akibatnya, generasi muda ini jadi rentan banget terserang penyakit, termasuk yang namanya kanker. Kalau kamu para generasi muda yang doyan makan, kamu wajib baca ini!
Sebuah laporan menunjukkan bahwa prevalensi kanker kolorektal pada usia 20 sampai 39 tahun meningkat dari satu persen menjadi 2,4 persen sejak tahun 1980an. Meskipun kasus ini sudah mulai dapat diatasi, pada kelompok muda, hal tersebut tidak menunjukkan perubahan.
Rebecca Siegel, seorang ahli kesehatan masyarakat, mengatakan bahwa kenaikan kanker usus besar di antara kelompok muda sangat mengkhawatirkan. Beberapa pasien yang didiagnosis penyakit ini sedang berada pada puncak produktivitas mereka.
Akan tetapi, jangan terlalu khawatir, para peneliti baru-baru ini sudah menemukan dua buah bakteri yang umum ditemukan pada penderita kanker usus besar. Kedua bakteri tersebut adalah Bacteroides Fragilis dan Escherichia Coli.
.@BloombergKimmel finds 2 types of bacteria collaborate to initiate #coloncancer https://t.co/Sl5wNKAkKw pic.twitter.com/8q5Q82yJgq
— Hopkins Med News (@HopkinsMedNews) 1 Februari 2018
Temuan tersebut mengejutkan para dokter dan timnya lantaran kebanyakan bakteri seharusnya tidak bisa melewati lapisan pelindung yang mengelilingi usus besar. Akan tetapi, kedua bakteri tersebut nyatanya mampu mencapai sel epitel tempat tumor berasal. E. coli diduga memicu mutasi genetik dan B. fragilis menghasilkan racun yang mempromosikan kanker.
Saat ini, para ilmuwan masih belum mampu untuk menghentikan bakteri ini dari usus besar. Ilmuwan juga menyatakan masih belum mengetahui apakah makanan tertentu memperburuk masalah ini. Akan tetapi, mereka masih terus berusaha mencari solusi usai ditemukannya dua bakteri penyebab kanker usus besar tersebut.
Siegel menekankan bahwa kita butuh untuk melakukan pencegahan terjadinya kanker tersebut. Menurut Siegel, kita bisa mencegahnya dengan makan-makanan yang sehat, olahraga teratur dan mengurangi minum alkohol. Semua itu bisa saja menurunkan risiko terkena kanker.
Jadi, untuk para generasi muda, kalian boleh saja wisata kuliner dan membagikan kegiatan menyenangkan tersebut di media sosial. Akan tetapi, ingat ya untuk selalu makan yang sehat dan olahraga teratur. Jangan sampai menyesal karena harus terkena kanker usus besar.
(wk/)