Dokter sempat mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu kapan perempuan tersebut bisa pulih dan berjalan kembali.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Februari 2018 - 16:12 WIB
WowKeren - Keajaiban itu benar-benar ada. Kalimat tersebut sepertinya layak disematkan pada seorang perempuan asal Rio Preto di Brasil ini. Bagaimana tidak, ia bisa sembuh total usai divonis lumpuh dan harus selamanya berada di tempat tidur. Bagaimana keajaiban tersebut terjadi? Simak ceritanya berikut.
Perempuan ini bernama Marcella Mancuso. Ia menderita kelumpuhan dari leher hingga ke kaki usai terjatuh dari peralatan olahraga saat sedang melakukan sit-up di sebuah gym.
Saat itu, perempuan berusia 23 tahun ini sedang melakukan sit-up terbalik di atas sebuah alat. Nahas, tali pengikat yang ada di alat tersebut rusak dan ia akhirnya terjatuh.
"Aku berbaring di atas peralatan dengan strip," ujar Marcella. "Tiba-tiba alat tersebut rusak dan pelatih tidak bisa menahanku."
Akibatnya, bagian belakang kepala Marcella membentur lantai. Pada detik itu juga, perempuan lulusan hukum ini langsung kehilangan kemampuan untuk menggerakkan tubuhnya.
"Aku didiagnosis dengan tetraplegia," jelas Marcella. "Dokter mengatakan kalau mereka tidak tahu kapan aku bisa berjalan lagi. Mereka juga belum bisa memastikan apakah aku benar-benar harus berada di tempat tidur selamanya."
Akibat kecelakaan itu, Marcella mematahkan tulang belakang kelima di bagian leher punggungnya. Tulang belakang lainnya juga diketahui bergeser dari tempatnya dan bahkan ada pula yang terjepit.
Usai dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan, dokter akhirnya melakukan pencangkokan pada tulang belakangnya. Dokter juga memasang pelat logam untuk menyangga tulang belakangnya yang bergeser.
Sementara dokter pada awalnya tidak yakin pada pemulihan Marcella, perempuan tersebut terus bersemangat. Ia mengambil beberapa langkah pemulihan dalam dua tahun terakhir.
Akhirnya, perempuan yang fanatik dengan olahraga ini bisa kembali menggoyangkan jari tangan dan kakinya setelah tiga hari. Dengan bantuan alat, Marcella pun berhasil mengambil satu langkah pertamanya usai menjalani pemulihan selama satu bulan.
"Setelah empat bulan, aku berhasil memperbaiki kekuatan kaki saya. Lima bulan setelah kecelakaan, saya sudah tidak sering pingsan dan pusing lagi saat berjalan," jelas Marcella. "Setelah enam bulan, saya berhasil berjalan dan kakiku tidak bergoyang lagi."
Kini, Marcella sudah kembali menjalani hidupnya dengan normal kembali. Perempuan tersebut juga semakin aktif melakukan kegiatan olahraga. Perjuangan dan semangat Marcella ini perlu kita contoh.
(wk/)