Rory Kramer, sutradara video musik 'Everybody Hates Me' menegaskan bahwa setiap adegan memiliki makna tersendiri bagi The Chainsmokers.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 April 2018 - 14:35 WIB
WowKeren - The Chainsmokers baru saja menggelar konser di Indonesia pada 30 Maret lalu. Dalam konser yang digelar di JIExpo Kemayoran tersebut, duo yang terdiri dari Alex Pall dan Andrew Taggart ini sukses mengguncang panggung dengan membawakan sejumlah lagu remix. Seperti "When You Were Young" milik The Killers, "Jump" milik Major Lazer, "God's Plan" milik Drake dan masih banyak lagi.
Tentunya grup yang dibentuk pada tahun 2012 ini tak lupa membawakan sejumlah hits mereka sendiri. Sebut saja "Don't Let Me Down", "Something Just Like This", "Inside Out" dan "All We Know". Dalam konser itu, Andrew dan Alex juga memamerkan beberapa karya terbaru mereka, salah satunya adalah "Everybody Hates Me".
Usai menggelar konser, rupanya duo ini kembali memanjakan penggemar dengan merilis video musik untuk "Everybody Hates Me" pada Senin (2/4). Video ini diawali dengan adegan balapan melalui terowongan dengan menggunakan Jeep terbuka.
Duo ini juga terlihat menyiram mobil dengan bensin lalu membakarnya. Ada pula adegan di mana Alex dan Andrew menyanyikan lagu ini dengan penuh semangat bersama drummer mereka, Matt McGuire.
Rory Kramer, sutradara video musik ini juga sempat mengunggah sejumlah foto pada akun Instagram miliknya. Rupanya ia ingin berbagi makna di balik setiap adegan dalam video musik tersebut.
"Adegan scene 1 terowongan, seperti masa depan retro di mana @alexpall dan @drewtaggart mengemudi dan terlihat melihat kembali pada apa yang bisa menjadi kenangan, penyesalan, atau sesuatu yang menghantui mereka, tetapi mendorong mereka untuk maju dan mengejar mimpi," tulis Roy.
Rory juga menjelaskan beberapa adegan lainnya. Sutradara tersebut mengatakan bahwa adegan saat Andrew berada di dasar kolam mewakili bentuk kegelisahan dan merasa terjebak.
Berbicara tentang adegan di mana duo DJ ini membakar mobil, Rory menegaskan bahwa adegan tersebut melambangkan kesuksesan mereka berkat single "Closer". Sesuatu yang berhasil mengubah hidup mereka beserta seluruh tim produksi.
"Sama seperti api, kami tidak bisa mengendalikan apa yang dibawa, cinta, kebencian ... kami hanya berusaha menjadi diri kami sendiri dan melakukan apa yang kami sukai," pungkas Rory.
(wk/)