Peringati Harkitnas, Wali Kota Surabaya Risma Beri Penghargaan Pada Korban Bom Gerej
Twitter
Nasional

Total penghargaan yang Risma berikan ada 41 penghargaan.

WowKeren - Hari Kebangkitan Nasional atau disingkat Harkitnas jatuh pada tangggal 22 Mei yang diperingati di Halaman Taman Surya sedikit berbeda. Peringatan itu dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan keluarga korban bom tiga gereja. Salah satunya adalah Monic Andini, istri Aloysius Bayu Rendra korban ledakan bom di gereja Santa Maria Tak Bercela.

Selain untuk peringatan Harkitnas, Risma turut memberikan penghargaan kepada Aloysius Bayu Rendra dan korban bom tiga gereja lainnya. Istri Bayu, Monic Andini menerima penghargaan itu atas keberanian almarhum suaminya yang berani mempertaruhkan nyawanya pada saat teror bom di gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Surabaya, pada Minggu (13/5).


Menurut Monic, kejadian teror bom gereja Surabaya itu menjadi spirit baru. Yakni untuk bangkit memajukan kota Surabaya dan meneruskan perjuangan almarhum Bayu.

"Bersatu kembali dan tidak perlu lama bersedih," kata Monic saat menerima penghargaan itu, dilansir Liputan6.com pada Selasa (22/5). "Mari bersama-sama bangkit untuk memajukan Kota Surabaya dan Indonesia."

Monic dan keluarga juga mengaku sudah mengikhlaskan korban dan memaafkan pelaku aksi teror itu. Ia dan keluarga juga turut mendoakan pelaku dan seluruh korban supaya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Sejak awal keluarga sudah memaafkan pelaku teroris dan tidak ada terbesit sedikitpun untuk marah ataupun dendam," ujar Monic dilansir Surya.co.id pada Selasa (22/5). "Kami sudah bisa menerima keadaan tersebut dan berdoa kepada pelaku dan seluruh korban supaya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan."

Penghargaan yang diberikan oleh Risma itu berbentuk piagam yang bertuliskan "atas keberanian dan pengorbanannya dan mengamankan tempat badah di kota Surabaya". Selain Bayu, Risma juga memberikan 40 penghargaan kepada korban lainnya. Seperti anggota kepolisian Polrestabes, pihak Rumas Sakit, universitas, dokter, juru parkir, dan tim psikolog.

"Jadi, 41 penghargaan ini kami berikan kepada mereka yang nyata-nyata berjuang sehingga terjadi pencegahan," kata Risma. "Karena kalau mereka (korban bom yang menghentikan pelaku teror) tak gerak, korbannya jauh lebih banyak."

"Jadi yang kami berikan itu yang nyata-nyata berjuang sehingga terjadi pencegahan," sambung Risma. "Begitu juga polisi yang bertugas di pos penjagaan Polrestabes."

Dalam peringatan itu, Risma juga menyampaikan pesan kepada warga Surabaya untuk tetap tidak menyerah dan selalu membangun kerja sama. Risma menambahkan jika kejadian yang menimpa Surabaya bisa menjadikan ajang memperkuat persatuan dan kesatuan antar sesama dan umat beragama.

"Tidak boleh menyerah. Usaha dan niat baik yang sudah lama kita pupuk jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang ingin memecah belah kerukunan sesama manusia," ujar Risma. "Kita harus bekerjasama dan berinteraksi antar masyarakat."

Upacara peringatan Harkitnas itu bertema "pembangunan sumber daya manusia untuk memperkuat pondasi bangsa era digital". Risma juga mengingatkan pada pelaku kreatif media sosial untuk selalu menyuguhkan konten yang bermanfaat dan tidak hoaks yang bertujuan memecah persatuan.

"Momentum saat ini tidak boleh bertikai tapi harus bersatu," ucap Risma. "Media sosial menjadi wadah kreatif bagi generasi muda bukan sebagai akses yang memecah kedaulatan bangsa."

Risma juga mengimbau anak-anak sekolah untuk terus memegang tali persahabatan. Ia meminta untuk saling mengingatkan jika ada teman yang terjerumus dengan hal-hal negatif.

You can share this post!

Related Posts