Arya Wedakarna, Senator RI dari Bali ikut menindaklanjuti video pelecehan Nusa Penida milik Lucinta Luna.
- Selasa, 05 Juni 2018 - 14:54 WIB
WowKeren - Belum selesai kasusnya dengan warga Manokwari, beredar video Lucinta Luna melecehkan Nusa Penida, Bali. Dalam video tersebut, Lucinta terlihat membandingkan tebing yang ada di Nusa Penida dengan organ vitalnya. Video ini pun membuat banyak netter geram.
Hal tersebut rupanya dilirik oleh Arya Wedakarna, Senator Republik Indonesia yang juga anggota Komite III Bidang Agama, Budaya, dan Pendidikan. Melalui akun Instagram miliknya, Wedakarna diketahui sudah menyampaikan video pelecehan Nusa Penida milik Lucinta ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
"Senator RI Arya Wedakarna yg anggota Komite III Bidang Agama, Budaya dan Pendidikan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Bali yg tersinggung dgn pernyataan Lucinta Luna terkait tempat suci di Nusa Penida," tulis admin Wedakarna di akun @aryawedakarna. "Akhirnya menyampaikan hal ini ke Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) Pusat di Jakarta disela sela pertemuan mediasi dgn salah satu tv swasta di Indonesia."
KPI dianggap sebagai lembaga yang mampu membantu dalam pengawasan sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat Hindu Indonesia. Apalagi, warga Nusa Penida juga merasa dirugikan dengan tersebarnya video yang melecehkan daerahnya tersebut.
"KPI adalah lembaga yg mengawasi penyiaran publik di Indonesia," lanjut admin Wedakarna. "Senator @aryawedakarna berharap lembaga terkait bisa menindaklanjuti aspirasi masyarakat Hindu Indonesia ini terutama warga Nusa Penida yg merasa dirugikan sesuai dgn UU dan aturan berlaku."
Wedakarna pun mengimbau saluran televisi swasta untuk lebih selektif dalam pemilihan public figure yang akan diundang. Ia juga berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik secara adat dan hukum yang berlaku di Indonesia.
"Wedakarna juga meminta kepada TV Swasta agar selektif dalam menampilkan figur demi kualitas penyiaran Indonesia. Bali telah bersuara, umat Hindu telah bersikap dan pesan warga Nusa Penida telah disampaikan oleh DPD RI B65 ke Jakarta," tambah admin Wedakarna. "Semoga semua permasalahan bisa selesai dgn baik baik secara adat dan mediasi hukum."
Tak hanya itu saja, Wedakarna juga meminta para artis juga seniman untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan bersikap. Apalagi, jika hal tersebut menyeret adat istiadat maupun hal lain yang bersifat kedaerahan.
"Wedakarna juga berpesan agar para artis dan seniman untuk berhati hati dalam berpendapat dan bersikap," tandas admin Wedakarna. "Terutama terkait hal hal yg ada hubungannya dgn local genius masyarakat Indonesia. ( admin ) @jokowi #wedakarna #satyagrahabali @pesona_nusapenida @explorenusapenida."
Sementara itu, kasus Lucinta yang melecehkan Manokwari sudah berlanjut sampai laporan Daniel Mandacan, ketua Aliansi Cinta Manokwari (AMCM) ke pihak kepolisian. Laporan ini sudah teregistrasi dan Lucinta akan dijerat pasal berlapis. Kabar terakhir pun menyebutkan jika Lucinta akan segera dipanggil oleh pihak kepolisian.
(wk/Afif)