Diserahkan ke Kemensos, Anak Bomber Surabaya-Sidoarjo Akan Dapatkan Pendampingan Psikologis
Nasional

Meski kondisi mereka sudah kembali ceria, Kapolda Jatim mengaku masih ada beberapa pemahaman dari anak-anak tersebut yang harus diperbaiki.

WowKeren - Bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya pada 13 Mei tahun 2018 kemarin masih terngiang di ingatan publik. Ledakan tersebut menimbulkan puluhan korban tewas dan juga luka-luka.

Tak hanya masyarakat biasa, anak-anak pelaku pengeboman di tiga gereja, komplek rumah susun Sidoarjo, dan juga Mapolrestabes Surabaya ikut menjadi korbannya. Tanpa orangtua, nasib mereka kini diserahkan kepada pemerintah.

Pada Selasa (12/6), sebanyak tujuh orang anak pengebom dan terduga teroris yang ada di Surabaya dan Sidoarjo diserahkan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, kepada pihak Kementrian Sosial. Sebelum diserahkan ke Kemensos, anak-anak ini sebelumnya sudah mendapatkan pendampingan psikologis di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

"Hari ini ada 7 anak yang diserahkan," jelas Irjen Pol Machfud saat menggelar jumpa pers di Mapolda Jatim, Surabaya, pada Selasa (12/6). "Satu anak teroris bomber Mapolrestabes, tiga anak dari bomber Rusunawa Sidoarjo, dan tiga anak dari Teguh, teroris yang ditangkap di Surabaya.".

Anak-anak tersebut rencananya akan diberikan pendampingan secara psikologis. Pendampingan tersebut bisa berupa pembekalan pendidikan agama dan juga pendidikan umum layaknya siswa di sekolah pada umumnya.

Irjen Pol Machfud mengatakan bahwa penyerahan anak-anak para pengbom dan terduga teroris ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman agama yang normal. Ia juga menyatakan bahwa Kemensos akan memilih tempat yang terbaik bagi anak-anak tersebut.

"Kita serahkan pada Kemensos. Yang paling penting memberikan pemahaman keagamaan yang normal," lanjut Irjen Pol Machfud. "Perawatan dan pengawasan ini harus clean dan bagus. Nanti dipilih yang terbaik tempatnya dari Kemensos, negara kan mesti akan memberikan yang terbaik. Kita hanya ikut membantu mengawasi saja."

Saat ini, kondisi anak-anak tersebut sudah lebih baik. Meskipun demikian, Irjen Pol Machfud mengatakan bahwa masih ada beberapa pemahaman dari anak-anak tersebut yang harus diperbaiki.

"Kondisinya dalam aspek medis atau kesehatan sudah mulai oke dan ceria," sambung Irjen Pol Machfud. "Cuma masih ada pemahaman yang kita ingin lebih baik lagi. Kemensos nanti akan menyiapkan sekolahnya dan disekolahkan. Semuanya sudah disiapkan dengan baik.".

You can share this post!

Related Posts