Pernah mengalami depresi dan meregang nyawa, Ali merasa bersyukur terselamatkan atas saran ibunya.
- Wahyu
- Kamis, 23 Agustus 2018 - 11:22 WIB
WowKeren - Tingkat bunuh diri di kalangan bintang papan atas Korea memang sangat tinggi. Selama 2016 telah terjadi 13 ribu kasus bunuh diri baik dari kalangan artis maupun warga sipil.
Sehingga banyak pihak mulai menyuarakan untuk menanggulangi hal tersebut. Termasuk mengatasi penyebab utamanya yaitu depresi.
Pada Rabu (22/8) kemarin, penyanyi solo Ali muncul di acara bertajuk "A Different Kind of Class". Tayangan yang disiarkan oleh JTBC itu memuat konten mengenai bunuh diri.
Sebagai bintang tamu, Ali sekaligus mengungkapkan pengalamannya tentang depresi. Penyanyi 33 tahun itu juga turut menyuarakan untuk melawan depresi.
Sebelum membahas lebih dalam mengenai depresi, pelantun "You Are Not Here" mengaku telah mempelajari kasus ini cukup lama. Salah satu cara paling dasar adalah meningkatkan kesadaran dan membagikan cerita kepada orang yang dipercaya.
Kasus bunuh diri juga dapat meninggalkan luka mendalam bagi pihak yang ditinggalkan. Setelah berdiskusi, Ali membeberkan bahwa dirinya termasuk salah satu orang yang pernah mencoba untuk bunuh diri.
"Aku pernah merasakan kehilangan karena orang terdekatku bunuh diri, dan itu sangat fatal," ungkapnya. "Namun aku mengakui pernah menjadi orang yang mencoba untuk bunuh diri."
Beruntung saat itu penyanyi bernama asli Cho Yong Jin bisa mengatasi depresi yang dialaminya. "Aku ingin mengatasi hal tersebut dan melihat kearah yang positif. Untuk itulah aku berada disini," terangnya.
Dalam percobaan bunuh dirinya, Ali mengaku tak ingin berhubungan dengan publik. Dia memilih untuk menyendiri di kamarnya karena mendapat banyak cibiran dari masyarakat.
Kesadaran dirinya menuntun Ali untuk mulai melepaskan bebannya sedikit demi sedikit. Penyanyi yang aktif sejak 2009 itu menyalurkan rasa depresinya melalui musik.
"Aku berpikir untuk menyalurkan perasaan yang tidak menentu ini melalui musik," akunya. "Ternyata berhasil dan kini aku telah melewati masa depresi."
Percobaan menurunkan tingkat depresi yang dilakukannya adalah dengan menenggak obat tidur dan penenang. Suatu hari ibunya memberitahu Ali untuk membuat SIM.
Tentu saja dia heran dan bertanya maksud ibunya tersebut, sayang tak ada jawaban yang diterima. Namun dia tetap menjalani apa yang disarankan oleh Ibunya.
Selama menjalani tes, banyak pikiran yang melintas dalam benak Ali. "Terlalu banyak mengonsumsi obat penenang bisa saja membuatku tidak sadar dan mengalami kecelakaan," kenangnya.
"Saat itu aku mulai berpikir, aku tak ingin mati seperti itu," jelasnya. "Aku juga berterima kasih pada ibuku yang menyadarkanku dengan cara yang tidak biasa ini."
(wk/wahy)