Nirina membahas banyak hal seputar film produksi Mahakarya Pictures dalam acara gala premiere yang digelar Senin (1/10).
- Chusnul Chotimah
- Selasa, 02 Oktober 2018 - 08:40 WIB
WowKeren - Nirina Zubir segera menyapa lewat aktingnya di film berjudul "Liam dan Laila". Jelang dirilis, Nirina membahas banyak hal seputar film produksi Mahakarya Pictures saat ditemui WowKeren dalam acara gala premiere yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (1/10).
Dalam "Liam dan Laila", Nirina memerankan Laila, perempuan Minang berusia 32 tahun yang belum menikah. Meski orangtuanya berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, Nirina mengaku sama sekali tidak menguasai bahasa Minang yang membuatnya cukup mengalami kesulitan selama syuting. Namun ia berharap usahanya berbuah kesuksesan.
"Mudah-mudahan. Cukup mewakili wanita Minang dengan logatnya, cara berpakaiannya, tutur katanya dan cara menghadapi masalah kalo seperti apa penyelesaiannya. Jauh beda banget sama Nirina. Memerankan dia itu tantangan banget buat Nirina. Paling tantangannya lagi berbahasa Minang-nya. Nirina bisa kuasai beberapa bahasa asing tapi never ever bisa bahasa Minang, kali ini dikasih kesempatan. Ternyata ini jauh lebih susah, Na istilahnya dikasih bahasa Perandis. Oke Na hapalin bahasa Perancis untuk adegan film, i don't mind at all. Tapi giliran Minang tuh, omg gini ya ternyata. Ga pernah nyangka ternyata bahasa Minang luar biasa banget," tutur Nirina.
Ia kemudian menjelaskan bagaimana caranya menangani kesulitan berbahas Minang selama syuting. "Untungnya directornya hands on banget. Jadi bener-bener jagain kita banget. Na tuh latihan banget. Sampai aku minta voice note tekanan, pakemnya, cengkok kayak gimana. Setiap tidur dengerin suara director di kuping. Jadi salah satu caranya dihapalin, diresapi, dipelajarin. Terus nanya lagi sama orang sekitar. Banyak nanya biar nggak sesat di jalan," jelas Nirina.
Selain kendala berbahasa Minang, Nirina juga membahas tentang berat badannya yang naik selama syuting "Liam dan Laila". Ia mengaku tidak bisa menolak godaan beragam kuliner lezat di Minang.
"Jangan ditanya. Makanya ditanya selama syuting di sana naik berapa kilo. Untung pake hijab. Naik empat kilo kayaknya ada. Kan enak banget selama ini merasakan kayak sate padang warnanya kuning-kuning gitu ternyata kemarin saya dapat sate padang kuahnya merah. Pedesnya luar biasa. Selama ini kalau sate padang dapatnya warna kuning dan pedes-pedesnya karena lada. Tapi waktu itu bener-bener yang ladonya pedes banget. Tapi enak banget," pungkas Nirina. "Lado hijau, rendang, gajebo, asam pade. Kulinernya udah dewanya di sana," tambahnya.
Sementara itu, "Liam dan Laila" terinspirasi dari kisah nyata tentang Laila, gadis berpendidikan tinggi yang terlihat tidak mempunyai masalah dengan kesendiriannya di usia 31 Tahun. Ia terhubung dengan banyak orang di berbagai negara di depan layar laptopnya sebagai pedagang online shop. Suatu ketika, Laila terlibat sebuah diskusi di percakapan online dengan seorang pemuda bernama Liam (Jonatan Cerrada) yang sedang menelisik sebuah kebenaran pada kasus besar yang terjadi di Paris. Film ini akan tayang serentak di Indonesia mulai 4 Oktober.
(wk/chus)