Merawat dan mempercantik kuku itu perlu namun waspadai bahaya dibalik seringnya menggunakan cat kuku.
- Kresna T Kusumadewi
- Selasa, 30 Oktober 2018 - 14:22 WIB
WowKeren - Sebagai wanita sudah merupakan hal umum jika ingin selalu tampil cantik dan sempurna. Bahkan para wanita juga rela merogoh kocek dalam untuk memperbaiki penampilannya. Tidak hanya memperhatikan soal penampilan wajah saja, namun juga dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ada satu bagian tubuh yang juga dipercantik namun seringkali luput dari perhatian orang adalah kuku tangan dan kaki.
Para wanita yang sangat peduli dengan penampilannya ini tidak akan membiarkan kuku tangan maupun kakinya rusak. Selain merawat agar kuku tetap bersih, para wanita juga mempercantik kukunya dengan menggunakan cat. Di masa kini, menggunakan cat kuku beragam jenisnya dan tidak hanya mengandalkan satu warna saja. Terkadang mereka juga menggambar karakter di kuku tersebut. Sayangnya penggunaan cat kuku yang terlalu sering juga menimbulkan banyak dampak negatif.
Selain dampak bagi kuku, juga dampak bagi kesehatan yang sangat berbahaya. Lantas apa saja bahaya yang mengintai akibat penggunaan cat kuku yang terlalu sering.
(wk/Kres)1. Merusak Sitem Kekebalan Tubuh
Kandungan kuteks ftalat anhidrid dapat membuat kilap kuku menjadi tahan lama. Sayangnya kandungan yang membuat kuku nampak cantik ini bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Biasanya dikenal juga dengan toluena bahan ini digunakan sebagai bahan pelarut dalam cat kuku.
Artinya zat ini berfungsi melarutkan zat kimia lain dalam cat kuku untuk membuat warna cat semakin menarik. Sebenarnya zat kimia ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat lahir pada hewan. Juga bisa mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal jika tertelan.
2. Membuat Kuku Rapuh
Kuteks memiliki kandungan yang beragam dan apabila terlalu lama berada di kuku akan menyebabkan kerapuhan. Hal ini karena kuku menjadi sulit bernafas, sehingga kuku akan kekurangan oksigen dan akhirnya rapuh. Seperti diketahui sebelumnya jika penggunaan kuteks itu menutupi sepenuhnya bagian luar kuku.
Oleh karena itu perlu bagi kalian untuk membuat kuku tetap bisa bernafas dengan memberikan perawatan kuku seminggu tanpa kuteks sebelum mewarnainya lagi. Setidaknya batasi juga untuk menggunakan cat kuku jangan dalam waktu yang cukup lama. Cukup menggunakan dalam kurun waktu 3-4 hari saja atau saat kalian memiliki acara penting.
3. Kuku Menjadi Kuning
Jika kuku menjadi rapuh, otomatis kuku kalian bermasalah. Biasanya ditandai dengan mudah terkelupas dan sangat kering. Di sisi lain, kuku yang mengalami kerusakan akan berwarna kuning dan bentuknya menjadi tidak beraturan. Dilansir dari Telegraph, menurut seorang ahli penyakit kaki asal London, Margaret Dabbs, penggunaan kutek dapat menimbulkan kuku menjadi kuning, mudah terkelupas dan kering.
Biasanya kuku kuning ini juga disertai dengan gejala lainnya yaitu kuku melengkung dan sangat keras namun mudah patah. Pertumbuhannya juga sangat lambat dan kerap menimbulkan banyak infeksi. Untuk menangani kuku menguning akibat penggunaan cat kuku terlalu sering, kalian bisa merendam tangan di air lemon saja.
4. Merusak Jaringan Kulit
Dilansir dari Dr. OZ Indonesia, terdapat zat turunan formalin dalam kutek yaitu formaldehid. Ketika dua zat ini masuk ke dalam tubuh kita, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar. KAndungan formaldehid juga dapat mengakibatkan rusknya jaringan kulit, kuku dan dapat menyebabkan kematian.
5. Mengganggu Kesehatan Janin Pada Ibu Hamil
Bagi ibu hamil memang disarankan untuk menghindari penggunaan make up yang sebagian besar memakai bahan kimia. Mereka lebih disarankan untuk menggunakan produk alami dan natural dari bahan-bahan yang ada di sekitar. Namun ada kalanya ibu hamil ingin tampil cantik dengan kuteks. Sebaiknya selama kehamilan produk kuteks dijauhkan karena bahanya yang begitu besar.
Untuk yang tidak hamil saja bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh apalagi untuk yang sedang hamil. Kandungan toluena dapat menyebabkan cacat lahir pada si janin. Selain dapat menyebabkan kecacatan juga bisa mengganggu sistem syaraf.
6. Menyebabkan Kanker
Kekhawatiran tentang zat yang berpotensi beresiko dalam cat kuku kembali dipertanyakan. Hal ini terutama terkait dengan tiga kandungan utama yang terdapat pada sebagian cat kuku. ANtara lain formaldehida, suatu karsinogen atau zat pemicu kanker yang digunakan sebagai zat pengeras kuku. Seorang Dermatolog, Dr Nick Lowe yang juga president of the British Cosmetic Dermatology memperingatkan bahaya penggunaan cat kuku (kuteks) ataupun kuku palsu.
Nick mengatakan terlalu lama menggunakan cat kuku di bawah sinar matahari apalagi baru dihapus seminggu kemudian akan menimbulkan risiko serius bagi kesehatan wanita. Penggunaan kuteks terlalu lama dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Maka disarankan untuk perempuan agar menjalani perawatan ini sekali atau dua kali dalam setahun saja.