Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan tindakan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan lain yang menjadi rangkaian Hari Pahlawan.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 10 November 2018 - 09:50 WIB
WowKeren - Insiden tewasnya tiga menonton yang menyaksikan drama kolosal "Surabaya Membara" untuk memperingati Hari Pahlawan pada Jumat (9/11) malam lalu tentunya menyisakan luka mendalam bagi warga Surabaya. Hingga saat ini, pihak Polrestabes Surabaya sendiri masih terus melakukan penyelidikan terkait tragedi mengenaskan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti sempat menyampaikan belasungkawa pada seluruh korban pasca tragedi yang terjadi di Viaduk tersebut. Dan sebagai imbas dari kejadiaan nahas ini, akhirnya Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan tindakan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan lain yang menjadi rangkaian Hari Pahlawan. Apalagi mengingat bahwa teatrikal "Surabaya Membara" sendiri merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Pahlawan di Surabaya.
"Kami akan melakukan evaluasi, masih kami koordinasikan lagi secara internal. Saya terus terang kaget sekali mendengar ada penonton yang jatuh di sana," ujar Antiek Sugiharti deperti dikutip dari Sindonews.
Lebih lanjut, Antiek menegaskan bahwa Pemkot Surabaya dan panitia acara sebenarnya sudah melakukan koordinasi dengan PT KAI terkait jadwal kereta api yang lewat di Viaduk tersebut. Dalam pernyataan selanjutnya, ia juga menuturkan bahwa dari jadwal yang sudah disusun, Pemkot Surabaya akan menggelar acara Parade Juang pada Minggu (11/11) besok mulai pukul 07.00 WIB. Namun atas tragedi ini, pihak Pemkot masih menunggu arahan selanjutnya.
"Tapi kami tetap menunggu arahan selanjutnya jadi dan tidaknya digelar acara lanjutan di Minggu pagi," lanjut Antiek.
Di sisi lain, Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser menyatakan bahwa hingga kini pihaknya belum bisa memastikan rencana parade Juang yang akan dilaksanakan pada hari Minggu tersebut. Fikser mengklaim bahwa pihaknya masih menunggu perintah lebih lanjut dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. "Menunggu arahan bu wali kota lebih lanjut malam ini. Ibu (Risma) baru saja landing di Juanda," ungkapnya.
Fikser juga menambahkan bahwa kegiatan drama kolosal "Surabaya Membara" yang digelar pada Jumat malam itu tak mengantongi izin. Menurut Fikser, Tri Rismaharini tak mendapatkan pemberitahuan dari pihak penyelenggara. Ia mengklaim kalau pihak panitia sama sekali tak meminta bantuan Pemkot Surabaya.
"Tidak ada izin dari Pemkot. Kegiatan ini juga bukan agenda Pemkot. Kita tidak dilibatkan bahkan juga tidak dimintai masukan," imbuhnya. "Kami turut prihatin atas apa yang terjadi. Panitia seharusnya melakukan rapat atau koordinasi. Ini kita tidak dilibatkan."
Sementara itu, tragedi kecelakaan ini terjadi ketika sebuah KRD menabrak para penonton yang menyaksikan drama kolosal di atas viaduk atau jembatan depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, pada Jumat malam. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, dua di lokasi kejadian dan satu di rumah sakit, serta tujuh orang lainnya luka parah ketika tertabrak serta sebagian lainnya terjatuh dari atas viaduk.
Hingga saat ini, pihak kepolisiaan masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Kombes Pol Rudi Setiawan menyebut bahwa pemicu utama insiden ini bukan lantaran lokasi yang penuh sesak, melainkan akibat penonton yang mengambil lokasi yang salah untuk menyasikan teatrikal. Oleh karenanya, saat ini kepolisian masih menyatakan bahwa tragedi tersebut terjadi lantaran kelalaian penonton sendiri, bukan dari pihak panitia.
(wk/luth)