Mengakui dirinya dan Dita memiliki latar belakang yang berbeda, untuk itu lah Denny mengajari hal sederhana pada sang calon istri.
- Intan Novela Setya Monikasari
- Sabtu, 10 November 2018 - 15:39 WIB
WowKeren - Awal kabar hubungan asmara Denny Sumargo dan pengusaha tajir Dita Soedarjo sempat mencuri perhatian publik. Pasalnya, publik menyebut sosok mantan pemain basket itu dinilai tak cocok untuk menjadi pendamping hidup Dita.
Kendati menuai banyak cibiran, Denny dan Dita tetap menggelar acara tunangan dan memutuskan menikah tahun depan. Setelah menikah nanti, mantan kekasih Agnes Monica ini berencana ingin memboyong Dita tinggal bersama di rumahnya.
Meski sibuk menyiapkan pernikahan, Denny tetap menerima tawaran syuting film "A Man Called Ahok". Hal itu membuatnya harus terbang ke Belitung dan melakukan syuting selama sebulan disana. Denny pun bercerita jika Dita sempat uring-uringan saat ditinggal. Lantas apa alasannya?
"Ketika syuting di Belitung, saya sibuk sekali sampai Dita uring-uringan karena waktu saya untuk dia berkurang," ujar Denny, dilansir TabloidBintang pada Sabtu (10/11). "Makanya setiap ada waktu senggang, saya menelepon Dita malam hari. (Kami mengobrol) bisa sampai jam 2 atau 3 pagi. Kalau siang sampai sore, tidak mungkin karena syuting."
Memiliki jarak usia 11 tahun, Denny memaklumi sikap Dita yang masih sedikit kekanak-kanakan. Bakal menjadi teman hidup, Denny rupanya memiliki cara tersendiri bagaimana menenangkan calon istrinya jika sedang ngambek.
"Saya dulu juga pernah muda. Saat muda, kita merasa ingin diemong, diperhatikan, dan ditenangkan," lanjut pria berusia 37 tahun ini. "Kalau dia mengambek, saya diamkan dulu. Kalau sudah tenang, baru saya coba bicara pelan-pelan. Pernah, saya mencoba menegurnya langsung. Efeknya malah enggak baik buat saya dan dia."
Lebih lanjut, Denny juga mengakui jika ia dan Dita memiliki latar belakang yang berbeda. Hal itu lah yang membuat bintang "5 cm" belajar banyak soal pentingnya komunikasi dan memahami calon istrinya kelak.
“Saya lebih senang mengarahkan Dita untuk menjadi yang terbaik dalam hidupnya," sambung Denny. "Biar bagaimanapun, dia masih muda dan latar belakangnya dengan saya jauh berbeda. Mengarahkannya pun harus pelan-pelan."
Denny juga berencana bakal menerapkan hidup sederhana bagi keluarganya kelak. Biasa hidup mewah, salah satu hal sederhana yang diajarkan Denny untuk Dita seperti melipat baju sendiri. Meski awalnya keberatan, namun Dita malah termotivasi usai melihat calon suaminya bisa mengerjakan hal tersebut.
"Kalau Tuhan memberi kami kesuksesan, keberhasilan, dan harta melimpah, saya ingin keluarga saya nantinya tetap hidup sederhana. Sekarang saya mulai mengajari Dita melipat baju sendiri," pungkas Denny. "Awalnya tentu dia keberatan, tapi ketika melihat saya yang laki-laki saja bisa melipat baju sendiri, dia termotivasi. Bahkan setelah menikah nanti, saya mau Dita tinggal di rumah saya."
(wk/inta)