Organisasi HAM Yahudi Tuntut BTS Minta Maaf ke Jepang, Begini Respon Pedas Netter Korea
Selebriti

Netter Korea menyerang balik Jepang dengan komentar-komentar pedas tentang sejarah.

WowKeren - Kontroversi kaus bom atom yang dikenakan Jimin BTS tahun lalu rupanya masih menjadi sorotan. Kali ini Simon Wiesenthal Center, sebuah organisasi Hak Asasi Manusia Yahudi terkemuka menerbitkan sebuah artikel mengatakan bahwa personel Bangtan Boys tersebut merendahkan sejarah yang ada.

Seperti diketahui, BTS terlibat kontroversi karena Jimin yang kedapatan mengenakan kaus dengan pesan partiotisme bergambar bom atom. Kemunculan Rap Monster (RM) dkk di program "Music Station" Jepang mendadak ditunda oleh stasiun televisi penayangan, TV Asahi karena hal tersebut. Pelantun "IDOL" itu juga tidak akan diundang tampil di acara akhir tahun Kohaku TV.


Sementara fans membela BTS, Rabbi Abraham Cooper, Wakil Dekan dan Direktur Aksi Sosial Global Simon Wiesenthal Center menyebut Jimin jelas menghina masa lalu. Mereka juga mengklaim BTS beberapa kali melecehkan sejarah seperti penggunaan logo Nazi SS Death Head di pemotretan salah satu member.

BTS pun dituntut meminta maaf pada Jepang karena telah melecehkan peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Namun netter Korea tentu saja tidak terima jika BTS harus meminta maaf pada Jepang. Mereka justru menyerang balik dengan sejumlah komentar pedas.

"Kenapa kita harus meminta maaf ke Jepang? Aku tidak mengerti apa yang dikatakan oleh artikel tersebut. Saat ini Jepang berusaha menggunakan cara apapun untuk menjatuhkan BTS," komentar netter. "Saat itu BTS baru debut setahun dan menggunakan topi (dengan logo Nazi SS Death Head) karena diminta stylist. Kenapa malah dijadikan berita? Kami akan tetap mendukung BTS sekuat tenaga," tambah netter lain.

"Ini ironis. Oke, katakanlah seorang pria Asia berusia dua puluhan mengenakan Hakenkreuz tanpa mengetahui maknanya. Dapat dimengerti bahwa itu akan menyebabkan kemarahan. Namun di Jepang sendiri, bendera matahari terbit digunakan oleh pasukan pertahanan diri mereka dan dikibarkan oleh anggota organisasi sayap kanan di tengah-tengah Tokyo dan tidak ada yang peduli. Kelompok Yahudi hanya peduli tentang Hakenkreuz dan bukan bendera matahari terbit. Jepang masih bangga menggunakan bendera matahari terbit, dan itu adalah tragedi yang ironis," sahut yang lain.

"Jika kalian sangat ingin BTS untuk meminta maaf, Jepang harus memulainya dulu dengan meminta maaf pada semua wanita Korea yang dijadikan budak seks oleh mereka (di masa perang). Mengapa tidak menuntut hal-hal ini dari Jepang? Apakah Korea tampak seperti sasaran yang lebih mudah? Beraninya kalian menuntut permintaan maaf dari kami!" pungkas netter berang. "Mereka gila, dengarkan, kalian kelompok Yahudi. Jepang bukan korban dari bom atom, mereka adalah negara penjahat perang yang sama dengan Nazi Jerman. Kenapa mereka mengatakan omong kosong tanpa mengetahui sejarah?" tutur lainnya.

You can share this post!

Related Posts