Berhasil Amankan Pasokan Ikan Indonesia, Susi Pudjiastuti Masuk Daftar Pemikir Terbaik Dunia
Instagram/susipudjiastuti115
Nasional

Atas prestasinya itu, Susi mengaku bangga karena itu menunjukkan bahwa pemikirannya diakui oleh dunia.

WowKeren - Nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tercatat dalam Majalah Foreign Policy. Majalah ini merilis nama-nama pemikir luar biasa dunia setiap tahunnya dalam Top 100 Global Thinker.

Seratus nama tersebut terbagi ke dalam sepuluh kategori. Salah satunya kategori Defense and Security. Di kategori inilah nama Susi bertengger dan bersanding dengan sembilan tokoh lainnya.


Susi mengaku senang. Dengan namanya tercatat di situ, menunjukkan bahwa pemikiran-pemikirannya telah diakui.

"Senang saja. Berarti aku dianggap pintar dong," kata Susi di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). "Pemikirannya dianggap bagus dong. Gitu saja."

Alasan Susi masuk ke daftar tersebut adalah karena ia dinilai telah berhasil mempertahankan pasokan ikan dalam negeri dari pihak asing. Hal itu dibuktikan susi dengan memberantas kapal-kapal milik negara lain yang kedapatan mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

Salah satunya dilakukan dengan menenggelamkan kapal-kapal tersebut. Hal itu menurut Susi, merupakan upaya pengamanan lautan Indonesia. Ia mengaku bangga akan prestasi yang diraihnya itu.

"Kan penenggelaman untuk security. Ya mungkin itu saja maksudnya," lanjut Susi. "Ya gembira, bangga. Gini-gini saya pemikirannya diakui gitu kan."

Keberanian Susi untuk menenggelamkan kapal-kapal ilegal yang berusaha mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia memang sudah tak diragukan lagi.

Meski cara Susi ini menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak, ia tak gentar akan semua itu. Buktinya, cara yang ia lakukan itu berhasil menurunkan tingkat pencurian ikan di perairan Indonesia.

Pada Oktober 2017 lalu, Susi berhasil menenggelamkan sedikitnya 33 kapal pencuri milik asing. Kapal-kapal tersebut beroperasi di perairan Selat Lampa, Natuna, dan Kepulauan Riau.

Susi menenggelamkan kapal-kapal tersebut dengan cara melubangi bagain lambung kapal. Kapal-kapal tersebut hanya dilubangi hingga tenggelam, tanpa diledakkan.

"Penenggelaman 33 kapal hari ini dilakukan dengan tanpa ditaruh bahan peledak," ujar Pimpinan Satgas 115 Mas Achmad Santosa beberapa waktu lalu. "Kapal-kapal itu hanya dilubangi bagian lambungnya supaya tenggelam."

Adapun alasan tidak meledakkan kapal tersebut adalah agar tidak merusak ekosistem laut. Justru dengan menenggelamkannya, akan membentuk ekosistem baru. "Jadi bangkai kapal tersebut kita harapkan akan membentuk ekosistem baru," ujar Achmad.

You can share this post!

Related Posts