Sering Disalahkan Soal APBN, Sri Mulyani: Isinya Bukan Cuma Utang dan Pajak
Instagram/smindrawati
Nasional

Rancangan APBN yang disusun satu tahun sebelumnya dihadapkan pada ketidakpastian kondisi ekonomi yang akan datang.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani kerap disalahkan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, ia pernah berhasil membuat penerimaan negara tembus angka 10,2 persen dari target APBN.

Menurut dia, memang tidak semua pihak mau mengakui keberhasilannya tersebut. Sebab yang mereka lihat bukanlah data ekonomi secara keseluruhan, namun hanya sebagian. "Di luar sana ada yang pick and choose (hasil data ekonomi)," kata Sri di Jakarta pada Kamis (31/1).

Saat ekonomi memburuk, Sri kerap disalahkan sebagai Menkeu. Kegagalan itu yang akhirnya diangkat ke permukaan hingga publik melihat seolah-olah semua salah pemerintah. Namun, Sri memaklumi akan hal itu. Sebab walau bagaimanapun juga, hidup memang tidak adil menurutnya.

"Kalau gagal itu di-zoom, microscoping. 'Ini penyebabnya Menteri Keuangan'. So life is not fair, tapi hidup memang begitu," tegas Sri. "Kita semua tahu hidup itu enggak pernah adil. Makanya bayi lahir nangis, tidak ada yang lahir (lalu teriak) 'hore'."

Sementara itu, ketika kondisi ekonomi membaik, sejumlah pihak kerap mengingkari jika capaian tersebut adalah hasil kinerja pemerintah. Sehingga akan dicari penyebab lainnya yang menunjukkan seolah-olah capaian tersebut bukan karena pemerintah.


"Kalau sukses, cari cerita yang dianggap menjadi penyebab sukses itu," ujar Sri. "'Ah itu bukan karena kerjaan Menkeu, itu kerjaan Tuhan harga minyak naik'."

Pelimpahan kesalahan kepada dirinya soal APBN dinilai tidak tepat. Sebab, APBN sendiri disusun satu tahun sebelumnya. Dalam merancang APBN, ada banyak ketidakpastian terkait bagaimana kondisi ke depannya. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kondisi APBN.

Kenaikan pendapatan negara menurut Sri, tak hanya dipengaruhi oleh harga minyak yang naik dan kurs rupiah yang kian menguat. Namun, faktor pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara melalui perpajakan juga harus dipertimbangkan.

"Ada sebagian dikontribusikan oleh harga minyak dan nilai tukar," kata Sri. "Tapi enggak dipungkiri kenaikan penerimaan ini karena pertumbuhan ekonomi dan perpajakan yang kita bisa collect."

Selain itu, Sri juga meminta masyarakat untuk melihat kinerja APBN secara lebih menyeluruh. Sebab, negara membiayai rakyatnya tidak hanya bersumber dari utang dan pajak.

"Jangan pernah berpikir memahami APBN, seolah-olah isinya hanya pemerintah hanya mungut pajak nyusahin rakyat," kata Sri. "Kami berutang membebani rakyat. It's not as simple as that."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait