Anang Hermansyah Merasa Iba pada Seniman Tradisional Ketika Bicara soal RUU Permusikan
WowKeren/Fernando
Musik

Anang Hermansyah dan musisi lain mengadakan pertemuan yang membahas soal Rancangan Undang-Undang Permusikan.

WowKeren - Pada Senin (4/1), Anang Hermansyah menghadiri diskusi yang membahas soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan di kawasan Cilandak Town Square. Diskusi tersebut dipimpin oleh Glenn Fredly dan juga dihadiri sejumlah musisi yang lain.

Usai diskusi selesai, di hadapan para awak media, Anang seolah mengungkapkan rasa iba dan prihatinnya pada para seniman musik tradisional. Rasa iba suami Ashanty ini muncul saat mengetahui para seniman yang sudah berpuluh-puluh tahun namun menadapat bayaran tak sesuiai.

"Kan sekarang seniman gak jelas ada yang main berpuluh-puluh tahun cuma dibayar berapa pak? ‘Saya main jam 5 mas sampai jam 10’ dibayar berapa? ‘Cuma 200 ribu, 300 ribu’ masa sih kita enggak?" kata Anang, saat ditemui WowKeren. "Saya kan gimana ya ini, saya ingin melakukan hal yang ‘ini enggak bisa, harus berubah ini. Industri musik Indonesia harus berubah’,


Ayah empat anak ini juga menjelaskan bahwa hal tersebut akan mempengaruhi ke depannya mengenai penurunan warisan mengenai musik tradisional. "Tapi bayarannya cuma segitu. Terus apa akan hilang? Karena tidak diteruskan oleh anaknya, kan bapaknya kasihan. Terus kita kehilangan penerus," lanjut Anang.

Maka dari itu, Anang yang menjadi salah satu pelaku RUU Permusikan ini yakin jika undang-undang yang masih dalam tahap rancangan ini mampu memberikan solusi. "Makanya kita duduk bersama-sama apakah ini undang-undang bisa? Bisa, kalau kita bersama-sama," ucap Anang.

Anang kemudian juga menceritakan mengenai permasalahan yang sempat terjadi di Bali baru-baru ini. Hal itu masih berkaitan dengan para seniman tradisional yang diangkut menggunakan kendaraan truk. Menurut Anang, hal itulah yang menjadi masalah dan perlu dibahas di RUU Permusikan.

"Tapi saya enggak bisa terima keadaan yang kemarin. Saya harus dengar ada yang di Bali berangkat diundang main musik diangkut pakai truk. Kita bisa terima enggak? Seniman tradisional kita ini memperjuangkan, bayarannya cuma seberapa diangkut seperti itu. Kita mau terima?" pungkas Anang. "Ini masalah. Ini masalah. Ini harus bisa kita selesaikan. Kalau kita punya empati dan tidak egois."

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait