Ma'ruf Amin optimis untuk mengembangkan perekonomian berbasis syariah di Indonesia.
- Wahyu
- Jumat, 08 Februari 2019 - 16:06 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memutuskan untuk menggandeng Ma'ruf Amin yang merupakan seorang ulama, untuk maju ke Pilpres 2019. Ada alasan khusus yang melatarbelakangi Jokowi untuk memilih Ma'ruf sebagai calon wakilnya.
Jokowi memandang Ma'ruf sebagai sosok tokoh agama yang bisa diajak bekerja sama. Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi beberapa waktu lalu di kawasan Menteng.
"Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas, mengapa Ma'ruf Amin yang dipilih," kata Jokowi di Menteng, Jakarta beberapa waktu lalu. "Beliau adalah sosok utuh sebagai tokoh agama yang bekerja sama."
Seperti yang diketahui saat ini, masalah ekonomi selalu menjadi sorotan di Indonesia. Ma'ruf sadar bahwa dirinya bukan merupakan ahli ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa meski dirinya seorang kiai, ia memiliki perhatian khusus terhadap masalah ekonomi yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut ia ungkapkan ketika melakukan kunjungan ke Padang, Sumatera Barat pada Jumat (8/2)
"Saya kiai, ahlinya syariah," kata Ma'ruf dilansir dari Kompas.com pada Jumat (8/2). "Tetapi, memang saya punya perhatian khusus terhadap masalah ekonomi."
Sebagai seorang kiai, Ma'ruf juga berniat untuk mengembangkan perekonomian di Indonesia. Saat ini, ia telah berupaya untuk mengembangkan ekonomi syariah.
Menurut Ma'ruf, ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah berkembang. Hal tersebut didukung dengan banyaknya keberadaan bank syariah. Tak hanya itu, wujud ekonomi syariah ini juga bisa dilihat dari adanya investasi sukuk di pasar modal.
Investasi sukuk banyak diminati di Indonesia. Sebab menurut Ma'ruf, Indonesia merupakan penghasil sukuk terbesar di dunia. Tak kalah dengan investasi lainnya, total akumulasi sukuk yang telah diterbitkan oleh negara jumlahnya mencapai lebih dari Rp 950 triliun per Oktober 2018 lalu.
Ekonomi syariah semakin banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal itu terbukti dengan semakin menjamurnya bank-bank daerah yang beralih dari sistem konvensional ke syariah. Untuk itu, Ma'ruf semakin optimis untuk terus mendorong pengembangan sistem syariah dalam perekonomian Indonesia.
Bahkan, produk halal yang awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan umat, kini sudah menjelma menjadi bisnis global. Ke depannya, Ma'ruf akan mengembangkan kawasan industri halal.
"Produk halal yang awalnya untuk menjaga umat, sekarang sudah menjadi bisnis global," kata Ma'ruf. "Kita akan mengembangkan kawasan industri halal, dan membangun halal port sehingga tidak terkontaminasi nonhalal."
(wk/wahy)