Ruhut heran mengapa Dahnil harus datang dengan pengawalan jika dirinya memang tidak terlibat tindak pidana korupsi.
- Wahyu
- Sabtu, 09 Februari 2019 - 12:56 WIB
WowKeren - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi panggilan ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi kemah pemuda Kemenpora 2017 lalu. Dalam kedatangannya ke Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/2) itu, Dahnil terlihat didampingi oleh sejumlah pria berseragam loreng dan menggunakan baret merah.
Terkait pengawalan Dahnil tersebut, mantan anggota DPR Ruhut Sitompul memberikan komentar. Ia melayangkan sindiran yang ditulis lewat cuitan di akun Twitter miliknya.
Dalam cuitannya itu, Ruhut mempertanyakan mengapa mantan Ketua Umum Pemuda Muhamamdiyah tersebut harus datang dengan pengawalan seperti itu. Sebab menurutnya, jika memang juru bicara BPN tersebut tidak tersangkut tindak pidana korupsi mengapa harus takut untuk datang menjalani pemeriksaan.
"Dahnil Anzar Simanjuntak dikawal pasukannya yg berseragam loreng dgn baret merahnya datang ke Mabes POLRI untuk diperiksa," kata Ruhut lewat cuitan di akun Twitter miliknya pada Kamis (7/2). "Kalau nggak terlibat Kasus Pidana Korupsi kenapa musti takut pakai dikawal pasukannya."
Ruhut lantas membandingkan kejadian tersebut dengan yang terjadi pada Ahok beberapa waktu lalu. Ruhut menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak bisa ditakuti dengan hal semacam itu.
"Contoh dong Ahok," lanjut Ruhut. "Emang Polisi bisa ditakut takuti”. MERDEKA."
Dahnil Anzar Simanjuntak dikawal Pasukannya yg berseragam Loreng dgn Baret Merahnya datang ke Mabes POLRI untuk diperiksa, “Kalau nggak terlibat Kasus Pidana Korupsi kenapa musti takut pakai dikawal Pasukannya Contoh dong Ahok” emang Polisi bisa ditakut takuti”. MERDEKA.
— Ruhut Sitompul (@ruhutsitompul) February 7, 2019
Dalam acara Kemah Pemuda Islam Indonesia, Kemenpora memberikan dana pada dua ormas sebesar Rp 5 miliar. Salah satu ormas yang mendapat dana tersebut adalah Pemuda Muhamadiyah.
Dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah, ditemukan penggunaan dana fiktif kurang dari setengah anggaran. Menindaklanjuti hal ini, polisi memanggil Dahnil untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyelewengan dana itu. Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berasal dari Kemenpora dan juga pengurus Pemuda Muhammadiyah.
(wk/wahy)