Dosen UIN Ungkap PA 212 Dapat Ancaman Besar dan Curiga Ahok Gabung PDIP untuk Balas Dendam
Nasional

Usai gelar diskusi dengan PA 212, seorang dosen UIN Jakarta menyebut Novel Bamukmin curiga Ahok akan balas orang-orang yang memenjarakannya.

WowKeren - Setelah resmi bebas dari penjara pada 24 Januari lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali bergabung di dunia perpolitikan. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan resmi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ahok dinyatakan sebagai anggota partai yang diketuai Megawati tersebut sejak 26 Januari lalu.

Akan tetapi, keputusan bergabungnya Ahok tersebut menuai reaksi kurang menyenangkan dari Persaudaraan Alumni 212 (PA 212). Seorang dosen dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengaku ada kecurigaan Ahok akan balas dendam. Hal itu diungkap Adi usai dirinya menggelar diskusi dengan Novel Bamukmin.

"Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok," terang Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/2). Adi juga menjelaskan bahwa Ahok dicurigai PA 212 membuat PDIP sebagai kendaraan politik.


Adi menyebut bahwa PA 212 juga khawatir jika sepak terjang Ahok di PDIP nantinya akan menjadi ancaman besar untuk PA 212. Terlebih, pendukung Ahok, Ahoker, juga akan memberikan dukungannya kepada PDIP.

"Ahokers minimal tidak galau. Mereka tidak galau apalagi mengancam golput untuk memilih di 2019," lanjut Adi. "Ahokers kan timbuh di mana-mana, menantikan kiprah Ahok di politik. Setelah Ahok ke politik masuk ke PDIP ini, loyalis-loyalis Ahok ini akan berdenyut di mana-mana."

Sebelumnya, juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin, mengatakan bahwa sebagai warga negara, Ahok memiliki hak untuk memilih dan dipilih serta menyampaikan aspirasi politik pada partai."Sebagai warga negara Indonesia, BTP berhak untuk memilih dan dipilih," kata Novel dilansir dari Tempo.co pada Sabtu (9/2).

Novel menyebut bahwa keputusan Ahok untuk bergabung dengan pantai berlogo moncong banteng tersebut sebagai hal yang tepat. Ahok dinilai cocok bergabung dengan PDIP. "Justru cocok kalau BTP bergabung di sana. Akan semakin terasah karakter BTP-nya," terang Novel.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait