Susi menyebutkan bahwa pencapaian sektor perikanan Indonesia merupakan kekuatan nasional hingga jadi terbaik se-ASEAN.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 13 Februari 2019 - 11:29 WIB
WowKeren - Jelang Pemilu pada April 2019 mendatang, beberapa serangan politik ditujukan kepada kedua calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Beberapa waktu yang lalu sempat timbul isu jika presiden petahana, Joko Widodo merupakan antek asing. Tudingan tersebut disampaikan oleh calon presiden lawan Jokowi, Prabowo Subianto.
Akan tetapi, tudingan tersebut dibantah habis oleh Jokowi. Ia justru memberikan serangan balik dengan menuduh Prabowo menggunakan konsultan asing.
Isu mengenai Jokowi yang merupakan antek asing ikut dibantah pula oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Ia menyebut jika sektor perikanan Indonesia telah mencapai keberhasilan yang pantas dibanggakan. Hal tersebut dikatakan Susi sebagai hasil pencapaian nasional tanpa melibatkan investasi asing.
"For the first time, tahun 2015 neraca perikanan kita nomor satu di Asia Tenggara dan we keep it continue this way," terang Susi di Kantor Staf Presiden RI, Jakarta, pada Selasa (12/2). "Itu kekuatan nasional, not single foreign investment. Itu kalau dibilang antek asing, non sense."
Lebih lanjut, Susi juga menjabarkan pencapaian Jokowi yang mendukung kebijakannya memberantas kapal-kapal asing. Susi juga menyebut jika Jokowi terus memerintahkannya menenggelamkan kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal.
Sebagai hasilnya, sektor perikanan di Indonesia semakin meningkat dan menjadi paling baik di Asia Tenggara. "Kemudian dari biomassa kita, naik almost three times. More than any ocean in the world. Yang mana di lautan lainnya, biomassa itu turun tiga kali lebih cepat dari yang mereka prediksi," lanjut Susi.
Susi juga mengaku kagum dengan keberanian Jokowi mengambil keputusan untuk memberantas kapal-kapal asing. Menurutnya tidak akan ada pemimpin yang berani mengambil keputusan seperti Jokowi.
"Kebetulan Pak Presiden dengan komitmen tinggi betul-betul saya pikir tidak akan ada yang akan berani seperti beliau langsung membalikkan," terang Susi. "Saya sih senang diberikan wewenang seperti itu karena gampang kerjanya."
(wk/silm)