Karni Ilyas Minta Maaf Jelaskan Soal 'ILC' TV One Telat Tayang Hingga Tak Undang Ahli Hukum
Instagram/presidenilc
TV

Acara 'ILC' TV One yang membahas 'Potret Hukum Indonesia 2019: Benarkah Tajam Sebelah?' mendapatkan banyak sorotan usai telat tayang.

WowKeren - Acara televisi "Indonesia Lawyers Club" yang tayang di stasiun televisi TV One pada Selasa (12/2) kemarin diketahui terlambat tayang. Dalam acara yang dipandu oleh Karni Ilyas tersebut, beberapa kursi narasumber juga terlihat kosong.

Terkait hal tersebut, Karni Ilyas lantas meminta maaf kepada para pemirsa. "Kami juga minta maaf tadi terlambat, karena banyak dari narasumber yang datangnya lebih terlambat dan bahkan kita masih menunggu beberapa narasumber malam ini," ucap Karni Ilyas.

Salah satu narasumber yang diketahui belum ada meski acara sudah dimulai adalah Rocky Gerung. Ia sebelumnya sudah meminta maaf akan terlambat datang ke ILC.

Tak sampai di sana, beberapa pemirsa tampak kecewa lantaran episode spesial ulang tahun TV One tersebut tak banyak menampilkan ahli hukum. Seperti dalam protes yang disampaikan salah satu netizen di Twitter ini.

Akun netizen bernama @PakDheGondrong ini mempertanyakan soal tak banyak para penegak hukum yang hadir. "Pak @karniilyas kenapa para penegak hukum tidak dihadirkan? Agar ada perimbangan dalam membahas diskusi malam ini. Kami juga pengen lihat argumentasi dari para penegak hukum dalam menyikapi tema yg diangkat," tulis akun tersebut pada Rabu (13/2).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Karni Ilyas lantas menjelaskan melalui cuitan di Twitter miliknya. Ia mengaku sudah memberikan undangan kepada para penegak hukum, namun mereka tak bersedia hadir. "Kami undang semuanys. Tapi tak bersedia hadir," balas Karni Ilyas.

Di sisi lain, permintaan maaf juga disampaikan oleh Mahfud MD. Ia mengaku tak bisa hadir lantaran mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu tengah berada di desa terpencil.

"Sy sdh minta naaf, pamit kod ILC krn tak bisa datang ke ILC Selasa 12/2/2019, sebab sy ke desa Bonyotan Asli, Lombok Utara, utk meresmikan masjid pasca gempa yg kami ikut mengumpulkan dananya," tulis Mahfud dalam Twitter pribadinya. "Itu desa terpencil, alat SNG TV One tak bisa jangkau utk wawancara live jarak jauh."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!