8 Tahun Bungkam, Norman Kamaru Akhirnya Bongkar Derita Dipecat Kepolisian-Curhat 'Tahanan Rumah'
Selebriti

Norman memutuskan bicara soal pemecatannya setelah sempat disindir sebagai 'kacang yang lupa kulitnya' oleh pihak polisi.

WowKeren - Norman Kamaru dulunya diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian. Norman yang populer berkat video lipsync "Chaiya Chaiya" disebut-sebut lalai pada tugasnya sebagai anggota Brimob Polda Gorontalo

Setelah bertahun-tahun bungkam, Norman akhirnya buka suara. Ia seolah merasa diperlakukan tidak adil dan mengaku muncul di publik karena diperintah.

"Jadi gini guys, video chaya-chaya itu masuk di YouTube bukan kemauan saya, dan saya gak pernah ada niat untuk jadi artis ataupun mau jadi terkenal," kata Norman dalam akun YouTubenya Norman Kamaru Channel, 26 Februari. "Setelah chaya-chaya itu booming tiba-tiba saya muncul di TV kan, saya muncul di acara ini di acara itu di acara bla blub la.. itu bukan kemauan saya sendiri, ingat! bukan kemauan saya sendiri bukan, semua itu perintah.. perintahh.. perintah.. perintah.. ingat perintah, gak pernah ada mau saya sendiri, gak pernah."

Norman merasa kehidupannya saat itu selalu diatur berdasarkan perintah atasan. "Jadi aneh bagaimana ya? Saya jadi jarang ikut apel, apel pagi, apel siang, saya enggak bisa pulang ke rumah, hari libur pun enggak bisa pulang. Dalam hati saya, kok saya seperti tahanan rumah ya," kata Norman.

Norman lantas mengungkap sebuah insiden terkait pemecatannya. "Manajemen saya pun hadir ke Gorontalo untuk minta izin. Saya sempat ngobrol dengan Kapolda dan dikasih izin, perintahnya kalau tidak salah harus didampingi anggota. Tiba saat mau berangkat, surat izin saya tidak dikasih, tapi surat izin yang ngawal saya ini dikasih, saya jadi tanda tanya itu, maksudnya apa?" katanya.


"Tapi saya diam saja, ikuti arus, sampai di kantor pun begitu, diambil BAP lah, saya mau jelasin di BAP itu, tapi tidak dikasih sama sekali," lanjut Norman. "Harus ikut BAP Kasat, perkataan di BAP itu, aduh, kok menyudutkan, tapi enggak apa-apalah kan saya anak buah, perintah kan, mau bagaimana lagi, siap salah lah."

Norman menambahkan kalau gerak-geriknya selalu diawasi. Ia sempat kabur lantaran tak diperbolehkan pulang. "Karena Sabtu Minggu pun saya enggak pulang ke rumah, enggak dikasih (izin) sama sekali, dengan alasan 'Jangan Man kamu itu asetnya Kapolda'. Mau saya itu cuma satu, seperti polisi-polisi yang lain, sudah begitu saja. Ingin seperti biasa, tugas seperti biasa, pulang rumah di hari libur, Sabtu Minggu, normal, tapi enggak pernah dikasih, ingat sekali lagi ini perintah. Selama saya tugas itu di rumah Kasat, jadi selama itu saya tidak pernah apel pagi, apel siang," kata Norman.

Ia lalu curhat ke Kasat dan disarankan mengurus surat pindah. Sayangnya permintaan Norman tak dikabulkan. "Akhirnya saya ngurus lah, sampai 6 kali saya ngurus surat izin (pindah) sama Kasat, enggak pernah di-acc oleh Kapolda," kata Norman.

Norman sempat menunggu beberapa hari dan meminta bantuan orangtuanya. Namun jawaban Kapolda diluar dugaan. "Tapi apa jawaban Kapolda? Sudah keluar saja (Norman), emosi dong orangtua saya, ngomong baik-baik dibalas begitu," kata Norman.

Norman menjalani sidang terkait pemecatannya dan mengaku merasa disudutkan. Ia memilih buka suara setelah sempat disindir oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto. Saat memecat 6 orang anggotanya, Budhi mengungkit Norman ibarat kacang lupa kulitnya.

"Setelah terkenal dia lupa kacang akan kulitnya, akhirnya dia meninggalkan kulitnya sehingga dia hanya menjadi sebuah kacang. Begitu dia menjadi kacang, dia akan terlupakan," kata Budhi, 19 Februari lalu. "Dalam kita mau bertindak atau berbuat, kita ingat perjuangan kita. Kita ingin kerja keras, kita mulai dari mendaftar, pendidikan, maupun saat awal kita menjadi anggota."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait