Lelang 15 Posisi Jabatan, Ridwan Kamil Sebut Kepala Dinas Kesehatan Sepi Peminat
Nasional

Ridwan Kamil menepis anggapan jika sepinya minat untuk mengisi tenaga kesehatan lantaran minimnya gaji yang ditawarkan.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membuka seleksi terbuka bagi masyarakat untuk mengisi 15 jabatan. Jabatan tersebut merupakan pimpinan tinggi pratama atau pejabat eselon di tingkat provinsi.

Dari 206 pendaftar, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar hanya meloloskan 114 peserta saja yang memenuhi syarat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BKD Jabar Yerry Yanuar beberapa waktu lalu.


"Berdasarkan pembahasan hasil seleksi administrasi dari 206 pendaftar," kata Yerry beberapa waktu lalu. "Ditetapkan 114 pendaftar yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan PP 11 Tahun 2017."

Dari proses seleksi tersebut, ada satu posisi yang belum berhasil diisi, yakni Kepala Dinas Kesehatan. Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Emil mengatakan bahwa kekosongan tersebut disebabkan karena tidak banyak pendaftar yang berminat pada posisi tersebut. Jikalaupun ada, mereka masih belum memenuhi syarat. Untuk itu, ia meminta proses seleksi harus diulang kembali.

"Yang Kepala Dinas Kesehatan itu yang daftar tak memenuhi syarat dan jumlahnya sedikit," kata Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (6/3). "Jadi harus diulang lagi."

Adapun, kata Emil, sepinya pendaftar untuk jabatan tersebut disebabkan lantaran semakin menurunnya minat para dokter untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu tak hanya terjadi di Jawa Barat, namun juga di seluruh Indonesia. Sehingga saat ini Emil menilai bahwa Indonesia sedang mengalami krisis tenaga kesehatan.

"Memang terus terang ada krisis dalam tenaga kesehatan," lanjut Emil. "Jadi terdeteksi makin menyusut minat ke-PNS-an para dokter. Bukan hanya di sini, di mana-mana, seluruh Indonesia krisis."

Emil mengakui jika mencari dokter yang benar-benar siap memiliki jiwa mengabdi untuk bangsa dan negara memang tidak mudah. Ia menepis anggapan jika hal itu disebabkan karena kecilnya gaji yang ditawarkan. Menurutnya, semakin menyusutnya minat para dokter untuk menjadi ASN disebabkan karena tawaran dari luar relatif lebih menjanjikan.

"(Gajinya kecil) enggak juga, cuma tawaran di luar gak bisa dibanding-bandingkan," terang Emil. "Jadi mencari para dokter yang ingin mengabdi dengan kesejahteraan yang cukup memang tidak mudah."

You can share this post!

Related Posts
Loading...