Debat Cawapres 2019: Ma'ruf Amin Dinilai Unggul 1-0 Secara Mengejutkan
Instagram/khmarufamin_
Nasional

Menurut pengamat politik dari Charta Politika, Ma'ruf memberikan efek kejut karena ekspektasi yang diberikan kepada Cawapres 01 ini tidak terlalu tinggi.

WowKeren - Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2019 usai diselenggarakan pada Minggu (17/3) malam. Banyak hal menarik dalam agenda debat tersebut yang lantas menjadi bahan perbincangan.

Salah satunya adalah efek kejut yang dimiliki oleh Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Hal ini disampaikan oleh pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya.


Menurut Yunarto, kedua Cawapres, baik Ma'ruf maupun Sandiaga Uno, telah menunjukkan persiapan yang matang. Namun efek kejut yang dimiliki oleh Ma'ruf membuatnya tampil lebih unggul.

"Sebetulnya dua-duanya menunjukkan persiapan yang cukup matang karena ketika berbicara betul-betul kalimat terakhir itu sampai detik terakhir itu," tutur Yunarto dilansir detikcom, Minggu. "Misalnya itu terlihat sekali sudah melalui latihan yang cukup matang, sehingga waktunya pun pas."

Yunarto menjelaskan bahwa kedua Cawapres menjelaskan visi misi mereka dengan sangat baik. Namun Ma'ruf memberikan efek kejut karena memang ekspektasi yang diberikan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini tidak terlalu tinggi.

"Yang lebih memiliki efek kejut itu Kiai Ma'ruf, karena memang ekspektasi yang tidak terlalu tinggi kepada Kiai Ma'ruf, tetapi artikulatif sekali," jelas Yunarto. "Jauh berbeda seperti apa yang ditampilkan di debat pertama."

Menurut Yunarto, Sandiaga juga telah tampil dengan stabil kala pembukaan. Namun, efek kejut yang dimiliki Ma'ruf membuatnya belum dapat unggul.

"Dengan latar belakang beliau sebagai ulama, dengan beberapa kalimat yang memang hanya bisa dikeluarkan oleh ulama. Tadi ada hadis, itu menurut saya efek kejut yang tidak dimiliki oleh Sandi," tutur Yunarto. "Walaupun untuk pembukaan Sandi juga cukup stabil, tapi untuk masuk ke narasi yang memang memiliki daya elektoral seperti ketika dia berbicara BPJS, tetapi efek kejut inilah yang membuat Kiai Ma'ruf unggul 1-0 di awal, karena ada unsur kaget."

Ma'ruf sukses menyampaikan visi dan misi dengan intonasi sempurna layaknya seorang politikus senior yang sedang berpidato. Namun, identitas Ma'ruf sebagai seorang Ulama tetap ditunjukkan lewat beberapa kalimat.

"Gaya berbicaranya (Ma'ruf) tadi seperti betul-betul orang yang seperti berpidato politik," ujar Yunarto. "Efek kejut tadi yang menurut saya membuat sebagian orang underestimate atau memiliki ekspektasi rendah kemudian melihat Kiai Ma'ruf sebagai sosok yang berbeda."

You can share this post!

Related Posts
Loading...