Dilaporkan ke Bawaslu Soal Abai Hoaks, Ma'ruf Amin: Apa Salah Saya?
Nasional

Ma'ruf menilai apa yang disampaikan oleh ulama dalam video tidak melanggar aturan sehingga wajar jika ia hanya bersikap diam.

WowKeren - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) pada Kamis (21/3). Ma'ruf dilaporkan karena dianggap telah sengaja membiarkan hoaks berkembang di depan mata.

Dalam video yang dijadikan sebagai materi laporan, terlihat seorang ulama yang berusaha menggiring para hadirin untuk memilih Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf. Ulama tersebut juga menyebutkan kekhawatirannya jika Jokowi-Ma'ruf kalah maka sudah tidak akan ada lagi tahlil di Istana.


Terkait pelaporan ini, Ma'ruf akhirnya angkat bicara. Menurutnya, laporan tersebut sangat tidak tepat. Ia tidak sepakat jika apa yang ia lakukan adalah perbuatan melanggar hukum. Sebab, acara dalam video tersebut merupakan pertemuan yang digelar secara internal, bukan di tempat umum yang terbuka.

"Menurut saya ya itu tidak tepat kalau dianggap melanggar," kata Ma'ruf melalui keterangan tertulis, Jumat (22/3). "Kan bukan di tempat terbuka, belum mengajak orang."

Acara gelar doa tersebut merupakan ajang pertemuan antar para kiai. Apa yang dikatakan oleh seorang ulama dalam video tersebut adalah untuk mengingatkan para kiai lainnya yang juga hadir kala itu.

"Itu pertemuan di internal. Di dalam rumah kan itu bukan di luar, pertemuannya sesama kiai," jelas Ma'ruf. "Nah kiai ketika masing-masing menyambut itu saling memberikan warning, jangan sampai terjadi ini."

Ma'ruf menampik tudingan yang menyatakan bahwa dirinya sengaja tidak berbuat apa-apa untuk mencegah hoaks berkembang. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh ulama dalam video tersebut bukan dalam kategori melanggar aturan sehingga dia hanya diam saja.

"Apa salah saya?" tanya Ma'ruf. "Kalau kenapa saya diam saja, karena menurut saya itu bukan sesuatu hal yang melanggar."

Ma'ruf menegaskan bahwa apa yang dikatakan oleh ulama tersebut sama sekali bukan hoaks, melainkan wujud kekhawatiran. "Jadi ini semacam antisipasi, jadi bukan menceritakan kebohongan tapi sesuatu yang ke depan," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf juga sempat memberikan bantahan. Mereka menyebut bahwa tidak ada yang salah dari sikap Ma'ruf dalam video tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...