Sri Mulyani Bicara Soal Kesetaraan Gender: Ibu Saya Profesor, Anaknya Sepuluh
Instagram/smindrawati
Nasional

Sri Mulyani bercerita bagaimana sang ibu membesarkan anak-anaknya sambil terus mengejar karier.

WowKeren - Persoalan kesetaraan gender menjadi topik yang kerap digaungkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut memberikan tanggapan terkait masalah ini. Hal itu disampaikan olehnya saat menghadiri acara Accenture International Women's Day (IWD) 2019.

Sri menceritakan seorang wanita yang selama ini diidolakannya. Tak lain tak bukan, sosok wanita tersebut adalah ibunya sendiri. Sri merupakan anak ke-7 dari 10 bersaudara. Ia kemudian menceritakan bagaimana sang ibu membesarkan kesepuluh anaknya tersebut.


"Ibu saya punya sepuluh anak, saya anak nomor tujuh," kata Sri di MidPlaza Hotel, Jakarta, jumat (22/3). "Tapi ibu saya bukan ibu rumah tangga biasa, dia profesor doktor di bidang pendidikan."

Kala itu, ibu Sri yang sudah memiliki sepuluh orang anak ingin mengejar karier. Ia pun bercerita bahwa saat dirinya SMA, ibunya sedang berusaha menyelesaikan disertasi. Hingga sang ibu berhasil meraih gelar doktor saat Sri lulus sarjana.

"Waktu dia pursue (mengejar) karir, anaknya sepuluh, dia mau ambil PhD," terang Sri. "Saya sudah SMA beliau disertasi, saya lulus sarjana dia selesai doktor."

Sri kemudian mencontohkan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Ia menganalogikannya sebagai sepasang sepatu.

"Perempuan dan cowok itu kayak sepatu hak kiri dan kanan. Just look at your shoes, kamu nggak mau kan lihat haknya beda," jelas Sri. "Society kita akan dapat support bagus, kalau sepatunya haknya sama. Jangan kiri sepatu lari, satunya high heels. Jadi itu adalah message yang paling sederhana tapi akan mengena."

Dalam kesempatan itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga sempat mengatakan bahwa isu kesetaraan gender bukanlah persoalan yang mudah untuk diselesaikan. Berdasarkan penelitian McKinsey, dibutuhkan waktu 106 tahun untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam bidang ekonomi, politik, serta sosial.

"Studi McKinsey bicara tentang kesetaraan dibutuhkan lebih dari 106 tahun," ujar Sri. "Untuk kita bisa mengejar gender equality (kesetaraan gender) di bidang ekonomi, politik, dan sosial."

You can share this post!

Related Posts
Loading...