Mahfud MD Bela Khofifah yang Diseret Rommy: Kalau Rekomendasi Nitip Orang, Saya Pun Sering
Nasional

Mantan Ketum PPP Rommy menyeret nama Gubernur Jatim Khofifah dalam kasus jual beli jabatan dan disebut ikut memberikan rekomendasi.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Rommy, menyeret nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kasus jual beli jabatan yang menjeratnya. Menurut Rommy, Khofifah ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur.

Menanggapi pernyataan Rommy, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, turut angkat bicara. Mahfud juga memberikan pembelaan terhadap Khofifah. Pasalnya, menurut Mahfud, rekomendasi yang diberikan oleh Khofifah itu terlepas dari kasus jual beli jabatan Kemenag.


"Tidak ada pengaruhnya juga, wong ini soal OTT, bukan soal siapa merekomendasi siapa," tutur Mahfud usai diskusi Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu (24/3). "Kalau rekomendasi menitipkan orang, saya pun sering lho nitip orang."

Mahfud memberi contoh rekomendasi untuk mahasiswa S-3. Menurut Mahfud, rekomendasi memang diperlukan untuk mengetahui latar belakang seseorang dalam hal tertentu.

"Misalnya mau masuk S-3, itu kan malah ada syaratnya. Tolong ini diterima, saya kenal anak ini bagus, boleh rekomendasi," jelas Mahfud. "(Atau) anda mau jadi pegawai satu instansi tertentu itu perlu rekomendasi orang. Rekomendasi enggak salah, untuk kebaikan."

Oleh sebab itu, Mahfud menegaskan bahwa apabila ada hal negatif seperti kasus suap yang mengikuti rekomendasi tersebut, hal itu tak ada hubungannya dengan si pemberi rekomendasi. "Jadi rekomendasi disusul penyuapan sampai kena OTT, itu masalahnya bukan soal rekomendasinya," tegas Mahfud.

Di sisi lain, Khofifah sendiri sudah sempat memberikan bantahannya terkait dengan pernyataan Rommy. Khofifah mengaku tidak mengetahui soal rekomendasi yang dimaksud oleh Rommy.

"Silakan tanya kepada Pak Romy sendiri. Yang saya takut, ada yang mengatasnamakan saya dalam kasus tersebut," kata Khofifah di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3). "Saya juga kaget, rekomendasi apa yang dimaksud. Bisa ditanya Mas Rommy saja."

Tak hanya itu, Khofifah mengaku siap jika dirinya harus dipanggil oleh KPK. Ia akan menyampaikan klarifikasinya mengenai rekomendasi tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...