Kedatangan Ridwan Kamil bermaksud untuk meninjau secara langsung pelaksanaan UN, namun hal itu dianggap menyalahi aturan karena ia masuk saat ujian sedang berlangsung.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 04 April 2019 - 15:24 WIB
WowKeren - Siapapun pasti pernah melakukan kesalahan. Bahkan sekelas Gubernur pun, tak luput dari yang namanya kesalahan. Seperti yang terjadi pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Belum lama ini ia dikritik telah melanggar aturan saat melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMA dan SMK. Terkait hal ini, pria yang akrab disapa Emil itu pun menyampaikan permohonan maaf.
"Saya selama enam tahun, tidak pernah melakukan hal seperti kemarin," kata Emil di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/4). "Jadi saya minta maaf."
Emil menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat untuk melanggar peraturan. Ia hanya ingin meninjau pelaksanaan ujian. Ia pun mengaku telah mendapat izin dari pihak yang berwenang.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa kehadirannya di sana adalah untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada para siswa. Meski demikian, ia mau berbesar hati mengakui kesalahan jika memang apa yang dilakukannya dianggap keliru.
"Kehadiran saya disana ingin memberikan support dan motivasi pada peserta didik," tutur Emil "Saya sudah minta izin, kalau dianggap keliru, saya minta maaf."
Emil mengatakan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk melihat secara langsung seperti apa ujian dengan menggunakan braille berlangsung. Ia ingin memastikan bahwa proses ujian berjalan lancar.
"Bertahun-tahun saya tidak melakukan, kemarin ujian dengan braille saya ingin lihat ujian braille seperti apa," jelas Emil. "Dan saya sudah meminta izin. Kalau dianggap keliru saya meminta maaf."
Sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat mengkritik kegiatan Emil. Pihak Ombudsman menilai bahwa Emil yang masuk ke salah satu ruangan kelas di Sekolah Luar Biasa Wyata Guna saat ujian berlangsung adalah perbuatan yang melanggar aturan UN.
"Ombudsman melihat di media sosial Instagram milik Gubernur Jawa Barat bahwa beliau melakukan pemantauan terhadap jalannya ujian nasional di SLB Wyata Guna," kata Kepala Ombudsman Jabar Haneda Sri Lastoto dilansir dari Detik, Kamis (4/4). "Namun yang menjadi keanehan adalah gubernur masuk ke dalam ruang ujian nasional."
(wk/zodi)