Kekuatan Alumni 212, menurut Novel mampu menenggelamkan massa kubu Jokowi-Ma'ruf. Ia menegaskan, mereka akan terus mengawal pemerintah terlepas dari siapapun yang terpilih.
- Nur Islamiyah
- Jumat, 05 April 2019 - 19:46 WIB
WowKeren - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut kelompok Alumni 212 sebagai gerakan politik pesaingnya, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan TKN panik lantaran gerakannya mampu mengumpulkan jutaan orang.
"Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja," kata Novel, Jumat (5/4). "Karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan."
Kekuatan Alumni 212, menurut Novel mampu menenggelamkan massa kubu Jokowi-Ma'ruf. Ia mengatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak pilih, Alumni 212 sendiri semangat dalam melawan penista agama.
"Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan roh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya," ujar Novel. "Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama."
Novel juga menegaskan bahwa Alumni 212 akan terus mengawal pemerintah terlepas dari siapapun yang terpilih di Pilpres 2019 nanti. "Perlu diingat, ada pesta politik atau tidak, kami para Alumni 212 insyaallah akan terus melakukan perjuangan bela Islam dengan mengawal pemerintahan, siapa pun nanti yang terpilih pada 2019 ini," lanjutnya.
Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma'ruf menyebut Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi. Hal ini terkait undangan kepada Alumni 212 untuk hadir di kampanye akbar Prabowo-Sandi pada 7 April 2019.
"Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02," kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily. "Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik."
(wk/nris)