Prilly Latuconsina Gandeng UNICEF Dalam Kasus Audrey, Beri Pernyataan Keras Bila Penganiaya Dilepas
Instagram/prillylatuconsina96
Selebriti

Prilly Latuconsina yang sempat berkampanye stop bullying berencana menjenguk Audrey. Ia juga mengungkap keberatan bila masalah Audrey diselesaikan dengan jalan damai.

WowKeren - Kasus Audrey yang diduga dikeroyok 12 siswa SMA di Pontianak sedang mencuri perhatian publik. Banyak artis hingga YouTuber terbang ke Pontianak untuk menjenguk langsung Audrey. Sebagai public figure yang sudah pernah terlibat dalam kampanye stop bullying dengan United Nations Children's Fund (UNICEF), Prilly Latuconsina berkeinginan datang menjenguk Audrey untuk memberi dukungan moril.

"Aku pengen banget (jenguk) kalau ada waktu bener-bener pengen banget ke sana dan ngelihat," ungkap Prilly saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (10/4) seperti dilansir dari CelebrityOkezone. "Karena ini isu yang aku concern banget, aku sempat bekerja sama dengan UNICEF untuk campaign stop bullying. Tapi ternyata masih ada juga, ini isu yang bener-bener aku banget."


Namun sayangnya Prilly terhalang dengan jadwal kesibukannya yang begitu padat. Kekasih dari Maxime Bouttier ini mengungkap berencana melakukan panggilan video bila tak bisa bertemu langsung dengan Audrey.

"Cuman kalau tidak ada waktunya karena pekerjaan mungkin aku akan telfon, atau video call," sambung Prilly. "Apapun itu yang bisa membuat Audrey sadar bahwa banyak orang yang mendukung dia dan dia enggak perlu khawatir, enggak perlu takut sendiri karena kita semua berdiri buat dia."

Saat ini Prilly pun sudah mengantongi kontak Audrey dan siap menghubunginya. "Udah nemu nomer telfonnya tapi belum kontak karena baru tadi aku berhubungan sama UNICEF-nya," pungkasnya.

Prilly menceritakan saat dirinya berusaha membantu kasus Audrey lewat UNICEF. Pemain film "Danur 2: Maddah" ini menyebut dalam menghadapi kasus Audrey harus dengan kepala dingin.

"Barusan banget aku berhubungan dengan UNICEF Indonesia, aku tanya sama dia gimana tanggapannya dan apa yang harus aku lakukan," beber Prilly. "Karena menghadapi kasus ini kita enggak boleh emosi dan marah-marah juga. Kita lihat perspektif penegak hukum dan Komnas anak."

Bukan hanya itu, Prilly pun meminta para penegak hukum bertindak tegas dalam kasus Audrey ini. Tak heran, tagar #JusticeForAudrey memang kini bertebaran di media sosial.

"Saat ini yang bisa aku bantu menguatkan Audrey dan mendorong pemerintah dan penegak hukum untuk membuat sistem peradilan anak," lanjut Prilly. "Kalau bukan hukuman pidana karena di bawah umur, tapi paling enggak ada hukuman yang tegas."

Prilly pun memberi pernyataan keras bila penyelesaian kasus Audrey diambil dengan jalan damai. Menurut dara cantik berusia 22 tahun bila kasus tersebut diselesaikan dengan damai, maka akan semakin banyak kasus serupa.

"Tapi enggak bisa damai dan dilepas. Karena kalau kayak gitu itu malah akan memancing bully-ers diluar sana. Damai dalam bentuk dilepas gitu 100 persen saya enggak setuju dan saya akan menentang itu," pungkas Prilly. "Paling damai hukumannya si pelaku dipenjara. Kalau enggak dia ditaruh di sebuah shelter dan dapat terapi dari psikolog biar dapat efek jera."

You can share this post!

Related Posts
Loading...