Prabowo sempat mengungkapkan pilihan Ibu Ani di Pilpres kala bertakziah ke kediaman SBY di Cikeas. Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menilainya tak patut.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 04 Juni 2019 - 11:18 WIB
WowKeren - Capres Prabowo Subianto telah bertakziah ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, pada Senin (3/6). Namun SBY rupanya sempat merasa keberatan dengan pernyataan Prabowo yang mengungkapkan pilihan politik Ani Yudhoyono pada Pilpres 2014 dan 2019.
Menanggapi pernyataan Prabowo soal Ibu Ani tersebut, Partai Demokrat pun buka suara. Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pihaknya memang merasa kecewa namun menganggap persoalan tersebut telah selesai.
"Ya kami memang kecewa, tidak patut dan momennya tidak pas. Apa pun pilihan politik Ibu Ani, bukan sesuatu yang layak diperbincangkan apalagi momennya masih momen duka," tutur Ferdinad dilansir Tempo pada Selasa (4/6). "Tapi sudah lah, kami anggap selesai."
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya Ibu Ani dalam kesempatan takziah tersebut. Ia juga meminta maaf pada SBY karena baru sempat melayat dan pernah membatalkan rencana menjenguk Ibu Ani yang kedua kalinya di Singapura.
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut lantas menilai dirinya merasa dekat dengan Ibu Ani. Terlebih, Prabowo mendapat informasi bahwa Ibu Ani mendukungnya di Pilpres 2014 dan 2019. SBY lantas menyampaikan keberatannya atas pernyataan Prabowo tersebut.
Di sisi lain, Ibu Ani sendiri meninggal dunia pada Sabtu (1/6) lalu usai berjuang melawan kanker darah. Ibu Ani telah dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura, sejak 2 Februari 2019 lalu.
Ibu Ani dimakamkan di Blok M 129 Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Lokasi makam Ibu Ani tersebut berdekatan dengan pusara istri Presiden BJ Habibie, Ainun Habibie.
Kedua putra SBY dan Ibu Ani, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengantar jenazah Ibu Ani turun ke liang lahat. Presiden Joko Widodo juga memimpin langsung prosesi pemakaman militer tersebut.
(wk/Bert)