Tersangka Akui Diperintahkan Kivlan Zen Tembak Wiranto, Luhut hingga Budi Gunawan
Nasional

Tersangka HK mengatakan bahwa Kivlan memberikan dirinya uang sebesar SGD 15.000. Uang tersebut kemudian ditukarkan menjadi Rp 150 juta untuk membeli dua senjata api laras panjang dan laras pendek.

WowKeren - Para tersangka yang diduga sebagai eksekutor pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei saat kerusuhan 22 Mei mengaku mendapatkan perintah dari Kivlan Zen. Hal tersebut diakui dua tersangka berinisial HK dan TJ yang rekaman videonya ditayangkan dalam jumpa pers di Kemenko Polkuham, Jakarta, Selasa (11/6) lalu.

"Saya dapat perintah dari Kivlan Zen untuk menjadi eksekutor penembakan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan dan Goris Mere," kata TJ. "Senjata api saya dapatkan dari Iwan (HK)."


Tersangka HK mengatakan bahwa Kivlan memberikan dirinya uang sebesar SGD 15.000. Uang tersebut kemudian ditukarkan di money changer menjadi Rp 150 juta untuk membeli dua senjata api laras panjang dan laras pendek.

"Di mana pada bulan Maret, sekitar Maret, saya dan saudara Udin dipanggil Bapak Kivlan untuk ketemuan ke Kelapa Gading," ujar HK. "Di mana dalam pertemuan tersebut saya diberi uang seratus lima puluh juta untuk pembelian alat, senjata, yaitu senjata laras pendek dua pucuk, dan laras panjang 2 pucuk."

HK juga mengaku dirinya ditangkap saat membawa senjata api jenis revolver. Senjata itu akan dibawa ke lokasi aksi di depan Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Mendapat perintah itu, HK kemudian meminta tersangka Tajudin menjadi eksekutor penembakan Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Gunawan dan Gories Mere. Tajudin mengaku diberi uang tunai sebesar Rp 55 juta.

"Saya diberikan uang tunai total 55 juta dari Bapak Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan," ujar Tajudin. "Kemudian rencana penembakan dengan senjata laras panjang kaliber 22 dan senjata laras pendek. Senjata tersebut saya peroleh dari Haji Kurniawan alias Iwan."

Tak hanya itu, tersangka lainnya Irfansyah mengaku bertemu Kivlan Zen di halaman Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia kemudian mengajak Yusuf bertemu dengan Kivlan. Di sini terungkap dugaan perintah Kivlan Zen untuk membunuh bos Charta Politika, Yunarto Wijaya.

"Lalu Pak Kivlan keluarkan HP dan menunjukkan alamat serta foto Pak Yunarto lembaga quick count, dan Pak Kivlan berkata pada saya coba kamu cek alamat ini, nanti kamu foto dan videokan. Siap saya bilang," tutur Irfansyah. "Lalu beliau berkata lagi, nanti saya kasih uang operasional Rp 5 juta untuk bensin, makan dan uang kendaraan. Lalu saya bilang, siap pak. Dan beliau berkata lagi, kalau nanti ada yang bisa eksekusi, nanti saya jamin anak istri serta liburan ke mana pun."

Sementara itu, nama Habil Marati keluar sebagai penyandang dana bagi Kivlan Zen dalam merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional. Habil menjadi tersangka karena diduga memberikan SGD 15.000 kepada Kivlan Zen untuk pembelian senjata api.

You can share this post!

Related Posts
Loading...