Pelesiran ke Toko Bangunan Mewah, Begini Cara Setya Novanto Kelabui Pengawal Lapas
Nasional

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar Liberti Sitinjak memohon maaf kepada publik lantaran anak buahnya belum melakukan SOP dengan baik.

WowKeren - Mantan Ketua DPR RI yang menjadi narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Gunung Sindur. Hal ini dilakukan usai ia kepergok pelesiran ke toko bangunan mewah di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat.

Untuk bisa menjalankan aksinya itu, Setnov rupanya nekat mengelabui petugas lapas. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat Liberti Sitinjak mengatakan bahwa Setnov telah menjalani perawatan di RS Santosa Bandung sejak Rabu (12/6).


Pada Jumat (15/6), Setnov dijadwalkan sudah bisa dipulangkan. "Nah hari Jumat menurut dokternya sudah bisa pulang. Lalu petugas pengawal telepon ke kantor untuk dijemput," ucap Liberti dilansir dari Detik, Sabtu (15/6).

Setnov sendiri dirawat di lantai 8 RS tersebut. Jumat siang, Novanto meminta izin ke petugas pengawal untuk turun ke bawah. Alasannya, ia hendak membayar tagihan administrasi. "Dia permisi ke bawah alasannya untuk bayar perawatan administrasi," ujar Liberti.

Saat meminta izin, petugas tak menaruh sedikit kecurigaan pada Setnov. Sebab kala itu, barang-barang Setnov masih banyak yang berada di kamar perawatan.

"Anak buah kita itu terlalu percaya," jelas Liberti. "Sehingga dia tidak ikut ke bawah karena masih banyak barangnya di kamar perawatan."

Namun setelah menunggu hampir dua jam lamanya, Setnov tak kunjung kembali ke kamarnya. Petugas pun pergi mengecek ke lantai dasar. "Saat di cek ke bawah ternyata enggak ada. Dia (pengawal) tunggu-tunggu, baru masuk atau kembali lagi pukul 17.45 WIB," lanjut Liberti.

Saat kembali ke RS, Setnov segera dibawa ke Lapas Sukamiskin untuk diperiksa usai kabar dirinya pelesiran ke Padalarang ramai tersebar. Tak berlama-lama, Liberti segera mengambil langkah tegas dengan memindahkan Setnov ke Lapas Gunung Sindur, rutan di mana biasanya para teroris ditahan.

Terkait hal ini, Liberti menyampaikan permohonan maaf kepada publik. "Ini ada kelalaian, anak buah kita terlalu percaya. Saya minta maaf kepada publik. Anak buah saya belum menjalankan SOP dengan baik," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...