Skripsinya Diuji Sri Mulyani, Mahasiswa FEB UI Ini Bagikan Ceritanya
Instagram/primaraka_
SerbaSerbi

Ia dan ketiga mahasiswa lainnya terpilih untuk diuji oleh Menkeu Sri Mulyani karena topik skripsi yang diangkat dinilai menarik serta relevan dengan kondisi terkini.

WowKeren - Empat mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) patut berbangga diri. Pasalnya, keempat mahasiswa ini menjalani sidang skripsi dengan kondisi khusus, yakni melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai salah satu dosen pengujinya.

Salah satu dari keempat mahasiswa itu pun bersedia membagikan ceritanya. Adalah Putra Prima Raka, mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UI angkatan 2015 yang skripsinya diuji oleh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

"Alhamdulillah akhirnya lancar," ujar Prima yang dihubungi via WhatsApp oleh Kompas, Jumat (21/6). "Meski sempat nervous (gugup) banget di awal, karena dapat kesempatan untuk present di depan Bu Menteri langsung."

Sidang skripsi yang dijalani Prima berlangsung pada Selasa (18/6). Sementara judul yang ditulisnya adalah The Impact of Intermediate Input Import on Indonesia's Manufacturing Export Performance of the Global and Non-Global Production Network: Firm-Level Data Analysis.

Judul skripsinya mungkin terkesan membingungkan, namun judul itulah yang mengantarkannya pada kesempatan mempresentasikan pekerjaannya di hadapan SMI. Pasalnya judul tersebut dinilai menarik dan relevan dengan kondisi saat ini.


"Dari Departemen Ilmu Ekonomi ada empat orang yang ditunjuk untuk present langsung di depan Bu Menteri. Ada saya, Khaira, Mendra, dan Meila," tuturnya. "Memang pertimbangannya adalah topik skripsi yang menarik, namun juga relevan dengan kondisi saat ini."

Prima mengaku gugup karena mendapatkan kesempatan berharga seperti itu. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, sekitar lima hari saja, Prima mengaku fokus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Selain meningkatkan penguasaan materi, Prima juga memperhatikan kesiapan mentalnya.

Prima menyebut tak ingin melewatkan kesempatan ini begitu saja. Ia mempersiapkan diri seoptimal mungkin supaya sidang skripsinya berjalan lancar.

"Ini kesempatan langka bisa langsung menyampaikan ide dan penemuan saya ke Bu Menteri. Mungkin bisa jadi kesempatan sekali seumur hidup," katanya. "Terutama memang saya ingin setelah ini ada riset-riset baru yang bisa melengkapi riset saya. Makanya begitu dikasih tahu (akan diuji SMI), langsung latihan dan latihan."

Ia pun memuji sosok SMI yang banyak memberi masukan yang membangun dan melemparkan pertanyaan yang tajam selama sidang berlangsung. Ia juga menilai sidang berjalan lancar.

"Selama sidang atmosfernya serius tapi positif. Pertanyaan Bu Sri Mulyani juga sharp dan deep," ujarnya. "Tapi dari pertanyaan-pertanyaan itu, Bu Sri Mulyani banyak memberi masukan-masukan membangun dan berharga sekali, terutama untuk next thesis yang bisa saya buat dan develop."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!