Sidang MK yang sudah berjalan sepekan memang tak selalu menunjukkan ketegangan persidangan. Sejumlah momen, bahkan yang terjadi di luar Gedung MK pun menarik untuk disimak.
- Wahyu
- Sabtu, 22 Juni 2019 - 10:14 WIB
WowKeren - Sidang sengketa hasil Pilpres 2019 sudah berjalan sepekan. Sejumlah kisah terjadi. Tak hanya ketegangan di dalam ruang sidang, momen-momen menarik di luar gedung pun tak luput dari pembicaraan.
Salah satunya adalah usaha seorang dokter kecantikan bernama Rany Pribadi (58) mencarikan calon suami bagi anaknya. Menariknya, Rany dengan berani "meminang" salah satu anggota TNI AU berpangkat Prajurit Dua bernama Gigih (22) yang tengah berjaga di depan Gedung MK.
Rany yang memang sedang melewati Gedung MK mengaku tertarik pada sosok Gigih. Ia pun bergegas menghampiri Gigih dan langsung "menembak". "Mau jadi mantu bunda, nggak?" tanya Rany kepada Gigih."
Rany pun dengan semangat "mempromosikan" anaknya. Rany bahkan menunjukkan akun Instagram puterinya pada Gigih. Alhasil Gigih pun menjadi sasaran ledekan teman-temannya. Gigih sendiri hanya bisa tersenyum.
Ketika ditanya, Gigih mengaku lamaran Rany bukanlah yang pertama kali untuknya. Ia mengaku pernah ditawari hal yang sama saat sedang bertugas. Ia pun menyatakan belum memiliki keinginan menikah dan masih ingin fokus mengabdi kepada negara.
"Jadinya saya juga terkesan ya biasa-biasa aja, ya mungkin (hanya) gombal atau gimana," katanya, dilansir dari laman Tempo, Sabtu (22/6). "Planning nikah di usia sekitar 25 tahun."
Tak hanya perkara cari menantu, seorang tukang pijat yang langganan dipakai jasanya oleh pasukan Brigade Mobil (Brimob) Polri yang berjaga di depan Gedung MK pun menjadi perhatian. Bagaimana tidak? Tukang pijat bernama Suwono (62) itu membawa tiga karton di badannya dan salah satu kartonnya menunjukkan pengakuannya sebagai presiden.
Karton yang ditempelnya di punggung itu bertuliskan "Ini presiden ke 3 setelah Bung Karno, Suharto. Kini Baru Suwono Nomor 03". Ketika dimintai keterangan, Suwono mengaku tidak percaya pada presiden setelah Soeharto tumbang pada 1998. Semua presiden selanjutnya, termasuk Jokowi, dianggap bukan presiden sesungguhnya. Itu sebabnya ia mengangkat diri sebagai presiden ketiga.
"BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, sampai Jokowi itu cuma menduduki Istana. Tapi mereka bukan presiden sesungguhnya," ujarnya. "Sekarang Jokowi yang menduduki Istana Bogor itu bukan presiden. Dia hanya pelaksana manusia."
Ketika ditanya soal pekerjaannya sebagai tukang pijat, Suwono mengaku bisa membawa pulang upah hingga 100 ribu setelah memijat aparat Brimob yang berjaga. Ia pun mengaku bisa memijat hingga 11 orang anggota Brimob dalam sehari.
(wk/wahy)