Total Investasi Capai Rp 692 Miliar, Surabaya Bakal Jadi Kota Pertama Pakai Listrik Tenaga Sampah
Nasional

Pemanfaatan sampah sebagai pembangkit tenaga listrik tak hanya akan mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan namun juga mendatangkan nilai ekonomis.

WowKeren - Tak hanya di berbagai penjuru dunia, permasalahan sampah di Indonesia juga cukup pelik. Untuk itu, diperlukan inovasi yang komprehensif untuk mengurangi jumlah sampah.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengolah sampah untuk dijadikan sebagai tenaga pembangkit listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan pembangunan Pembangunan Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyediakan energi terbarukan berbasis biomassa setempat.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menuturkan bahwa program ini selain bisa mengurangi sampah, juga bisa mendatangkan nilai ekonomis. Hal itu berkat energi listrik yang dihasilkan.


"Dukungan kami berupa implementasi program waste to energy," kata Arcandra dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (19/7). "Membangun PLT Sampah bertujuan untuk membersihkan sampah itu sendiri. Nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan adalah bonus yang patut disyukuri."

Pihak ESDM menargetkan akan ada 12 PLTSa yang siap beroperasi pada 2020 mendatang. ke-12 PLTSa tersebut akan menghasilkan listrik dari ribuan ton sampah per harinya. "Sesuai rencana, 12 pembangkit tersebut akan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (18/7).

Dikatakan Agung, Surabaya akan menjadi kota pertama yang mengoperasikan PLTSa berdaya 10 MW. Pembangkit listrik berbasis biomassa tersebut akan mengolah sampah sebesar 1.500 per harinya dengan nilai investasi mencapai Rp 49,86 juta dolar AS atau sekitar Rp 692 miliar.

Kota lain yang akan menjadi lokasi PLTSa adalah Bekasi dengan nilai investasi mencapai 120 juta dolar AS berdaya 9 MW. Selain itu, ada juga Surakarta dengan daya 10 MW, Palembang 20 MW, dan Denpasar 20 MW.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!