Saksi Ungkap Kivlan Zen Sangat Ketakutan Saat Ditangkap Polisi Bersenjata Laras Panjang
Nasional
Kontroversi Pernyataan Tokoh Yang Dianggap Makar

Persidangan praperadilan tersangka kasus dugaan tindak pidana makar dan kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen, telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (24/7).

WowKeren - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menggelar persidangan praperadilan tersangka kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata api, Kivlan Zen, pada Rabu (24/7). Dalam persidangan tersebut, Kivlan menghadirkan lima saksi fakta, yakni Suta Widya, Pitra Romadoni, Hendri Badiri Siahaan, Sri Bintang Pamungkas, dan Zulianta Sembiring.

Salah satu saksi, Hendri Badiri Siahaan, lantas mengungkapkan bahwa Kivlan merasa ketakutan saat ditangkap oleh aparat kepolisian. Informasi tersebut didapat Hendri dari Kivlan sendiri.


"Jadi dia bercerita, mengatakan saat dia ditangkap dia ketakutan," tutur Hendri kala bersaksi di ruang sidang utama Prof. Oemar Seno Adji, PN Jaksel, Rabu. "Dia sangat ketakutan karena puluhan polisi, lengkap bersenjata panjang, melakukan pengawalan pada saat dilakukan penangkapan."

Menurut Hendri, aparat kepolisian tersebut berasal dari Mabes Polri. Meski demikian, Kivlan disebut tak melakukan perlawanan ketika ditangkap. Selain itu, Kivlan mengaku kepada Hendri bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi meski belum diperiksa sebagai saksi. "Kok saya tidak pernah dipanggil sebagai saksi, tapi sudah dilakukan sebagai tersangka? Kemudian tidak pernah mendapatkan surat penangkapan, menurut beliau," tutur Hendri menirukan Kivlan.

Sementara itu, saksi lain yang bernama Suta Widya menceritakan kronologi penangkapan Kivlan oleh polisi. Menurut Suta, saat itu Kivlan diperiksa atas kasus dugaan tindak pidana makar di Bareskrim Mabes Polri pada 29 Mei 2019 lalu. Usai pemeriksaan, Kivlan didatangi oleh banyak aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kala itu, sudah tersedia mobil untuk mengangkut Kivlan di lobi Bareskrim Mabes Polri.

"Penyidik yang memeriksa Kivlan tidak ikut menangkap. Dia ditangkap sama polisi lain dan dibawa menggunakan mobil dinas polisi," jelas Suta. Kivlan sendiri lantas diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya dengan perkara lain hingga 30 Mei 2019 dini hari.

Selain itu, saksi sekaligus kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadoni Nasution, mengaku tidak menerima surat penangkapan kliennya itu. "Tidak ada (surat penangkapan)," ungkap Pitra.

Diketahui, Kivlan yang merupakan mantan Kepala Staf Kostrad ABRI telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana makar pada akhir Mei 2019 lalu. Ia juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan lantas mengajukan gugatan praperadilan lantaran tak terima dengan penetapan status tersangka tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...