Siarkan Ciuman Bibir, ‘Konser Pop Star’ Indosiar Ditegur KPI
TV

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan teguran tertulis kepada Indosiar. Teguran tersebut terjadi karena program acara ‘Konser Pop Star’ menyiarkan ciuman bibir.

WowKeren - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tampaknya semakin tegas dalam menggawangi tayangan yang kurang mendidik di setiap program acara stasiun televisi Indonesia. Setelah beberapa hari yang lalu Trans TV mendapatkan teguran karena program “Brownis”, kini berganti Indosiar yang menerima teguran.

Hal tersebut diketahui langsung dari akun Instagram KPI pusat yang mengabarkan bahwa program acara “Konser Pop Star” telah melanggar Undang-Undang Penyiaran. Yang mana surat teguran tersebut telah disampaikan oleh KPI pada Rabu (23/7).

Teguran itu disampaikan lantaran “Konser Pop Star” menyiarkan adegan ciuman bibir pada 29 Juni 2019 pukul 22.08 WIB. Dilansir dari website resmi KPI pusat, hal tersebut masuk dalam kategori pelanggaran terhadap norma kesopanan dan kesusilaan. Tayangan tersebut telah melanggar Pasal 9, Pasal 16 dan Pasal 21 Ayat (1) P3 dan Pasal 9 Ayat (2), Pasal 18 huruf g dan Pasal 37 Ayat (4) huruf f SPS KPI.

Menurut Komisioner KPI Pusat, Mayong Suryo Laksono, pelarangan adegan ciuman bibir, serta larangan program siaran menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku tidak pantas. “Karena itu KPI memutuskan memberikan sanksi administratif berupa teguran untuk program 'Konser Pop Star’ Indosiar,” tutur Mayong.


Kendati demikian, kini KPI menegaskan kepada Indosiar untuk lebih berbenah dalam menyiarkan tayangan program acaranya. Yang mana hal tersebut dapat dilakukan dengan menjadikan P3 dan SPS KPI sebagai acuan utama.

Mengetahui hal tersebut, netter justru menuliskan kritikan untuk KPI di kolom komentar. Pasalnya menurut mereka pemberian teguran saja kurang cukup untuk menyaring tayangan yang kurang baik di siaran televisi Indonesia.

Ketika pertunjukan kasih dan sayang berupa kecupan dan ciuman dicekal.. Tapi pertunjukan perpecahan bangsa, narasi provokatif, pertarungan politisi - politisi dungu, dan hal - hal yg lebih merusak moral lainnya malah dipertontonkan,” tulis akun @gatexxx. “Teguran melulu, coba tindakan yang lebih keras. Seperti pelarangan jam tayang sampe penghilangan hak siaran. Apalagi sinetron cinta2an,” ujar akun @ramaxxx.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!