Saat memberikan arahan dalam Latsar CPNS Kemenkeu, Sri Mulyani mengingatkan para ASN untuk benar-benar paham dan sadar akan tugas yang mereka emban sebagai aparat negara.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 31 Juli 2019 - 14:36 WIB
WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan arahan dalam pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenkeu. Ia menekankan pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar membangun kesadaran bahwa mereka adalah penegak bangsa.
"Kalian secara sukarela, secara sadar sebagai mahluk dewasa sudah menyediakan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut memperjuangkan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Sri seperti dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu (31/7). "Oleh karena itu dengan sendirinya ASN itu adalah penegak dan perekat bangsa Indonesia."
Ia kemudian menyinggung mengenai adanya kelompok masyarakat yang menganggap diri mereka tidak sejalan dengan tujuan NKRI. Untuk itu, Sri berpesan pada para ASN untuk tetap bersatu menjadi bagian dari NKRI sehingga tidak mudah terpecah belah. Ia menekankan agar ASN selalu berpegang teguh pada tujuan negara Indonesia, yakni menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
"Saat ini ada kelompok masyarakat yang menganggap mereka tidak satu ide dengan tujuan NKRI," lanjut Sri dalam unggahan di akun Instagram miliknya. "Hal itu berarti berbeda dengan tujuan awal negara ini didirikan yaitu untuk mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur."
Lebih jauh, Sri ingin agar ASN yang bekerja di pemerintahan adalah mereka yang benar-benar memiliki komitmen untuk membangun NKRI. Oleh sebab itu, bagi ASN yang merasa tidak cocok dengan hal itu lebih baik mengundurkan diri sebelum terlambat.
"Tanya pada diri Anda sendiri, kalau kalian percaya dan setuju dengan NKRI, dan bahkan sudah menyediakan diri menjadi alat NKRI, kalian bisa tetap di sini," tegas Sri. "Tapi kalau kalian merasa tidak cocok, lebih baik keluar dari sekarang."
Para ASN yang bekerja di lingkungan Kemenkeu nantinya akan berkutat pada pengelolaan pemasukan, pengeluaran, serta kekayaan negara. Oleh sebab itu, hal tersebut harus ditunjang dengan para ASN yang berkualitas.
(wk/zodi)