Tri Rismaharini membeberkan sistem pengelolaan sampah di Surabaya dengan anggaran Rp 30 miliar, mulai dari adanya alat pengontrol, pengendalian pengeluaran BBM, hingga rumah kompos.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 31 Juli 2019 - 15:19 WIB
WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membeberkan sistem pengelolaan sampah di Surabaya. Untuk mengelola sampah, pemkot Surabaya hanya memerlukan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding anggaran pengelolaan sampah DKI yang mencapai Rp 3,7 triliun.
Selain menggunakan alat pengontrol, Risma memanfaatkan taman-taman di Kota Pahlawan. Sehingga, sisa-sisa sampah organik bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Seperti diketahui, saat ini Surabaya memiliki sekitar 400 taman yang tersebar di penjuru kota.
"Jadi saya punya alat ya, yang bisa kontrol. Jadi apakah sampah ini di TPS ini bisa terangkut jam yang sama," jelas Risma di Jakarta, Rabu (31/7). "Kedua, memang karena saya ada banyak taman, 400-an taman kalau rawat kimia itu mahal sekali, makanya saya buat rumah kompos-kompos itu jumlah banyak sekitar 28. Ini yang mengurangi sampah yang kita buang ke TPA sehingga hasil kompos itu untuk rawat taman."
Pengolahan sampah juga dibantu oleh warga Surabaya yang memakai sampah organik untuk menanam sayuran. Sedangkan untuk sampah anorganik, warga Surabaya menjualnya kembali. "Surabaya ada tempat pembuangan akhir di TPA. Setiap tahun jumlah penduduk Surabaya naik tapi sampahnya turun," lanjut Risma.
Selain itu, Pemkot juga mengontrol pengeluaran BBM. Risma juga memastikan bahwa para petugas kebersihan bekerja 8 jam sesuai peraturan.
"Kedua kelola bener, tiap hari per menit berapa jumlah BBM yang dikeluarkan untuk truk karena itu saya ada alat pengendali pengeluaran, termasuk misalkan berapa jumlah penyapu jalan di sini di jalan ini protokol," jelas Risma. "Dia kita akan bayar UMK sesuai undang-undang, bekerja 8 jam istirahat 1 jam. Nah itu kita hormati tapi kerja 8 jam dengan jaminan 3K."
Terkait sistem ini jika diterapkan di Jakarta, Risma yakin bisa dilakukan. Sebab, anggaran Jakarta untuk pengelolaan sampah sendiri sangatlah besar.
"Ya bisa lah, wong Jakarta punya uang kok, Jakarta punya uang," ucap Risma. "Iya (anggaran sampah di Surabaya) operasionalnya 30 (Rp 30 miliar), itu besar untuk orang Surabaya."
(wk/zodi)