Sri Mulyani Jengkel dan Sindir Keculasan Peserta BPJS Kesehatan
Instagram/smindrawati
Nasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai bahwa kesadaran tentang asuransi masih sangat dangkal di Indonesia. Banyak warga Indonesia yang menilai bahwa asuransi bukanlah hal yang penting.

WowKeren - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus menuai polemik. Pasalnya, BPJS Kesehatan yang notabene menaungi seluruh masyarakat Indonesia itu diketahui masih menderita defisit yang cukup besar.

Terkait BPJS Kesehatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menilai bahwa kesadaran tentang asuransi masih sangat dangkal di Indonesia. Banyak warga Indonesia yang menilai bahwa asuransi bukanlah hal yang penting.


"Insurance Indonesia itu masih sangat shallow," tutur Sri Mulyani dalam acara Breakfast Forum di Jakarta pada Jumat (9/8). "Kami punya UU asuransi, dan sekarang sedang bicara peraturan pemerintahnya, tapi kalau kita bicara tentang penetrasi dari asuransi di Indonesia sangat-sangat limited."

Salah satu contohnya adalah ibunda Sri Mulyani sendiri. Kala ibunya masih hidup, Sri Mulyani menyarankan agar sang ibunda mengikuti program asuransi.

Namun sayangnya, saran tersebut justru ditolak oleh sang ibunda. "Dia bilang, 'Nduk (nak), hidup saya sudah lama, anak saya 10. Selama ini kita selamat dan saya enggak pernah beli asuransi. Asuransinya dari Gusti Allah'," ujar Sri Mulyani menirukan mendiang ibunya.

Sri Mulyani pun menjabarkan bahwa kesadaran untuk mengikuti asuransi di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, Indonesia rentan terhadap bencana alam, mengingat lokasi Tanah Air yang berada di ring of fire.

Sri Mulyani pun menyindir bahwa orang Indonesia lebih memilih membeli pulsa daripada membayar premi BPJS Kesehatan. "Rumah enggak diasuransikan, mobil enggak, kesehatan enggak. Kita lebih sering membeli pulsa dari pada beli BPJS Kesehatan," terang Sri Mulyani.

Beberapa peserta BPJS Kesehatan yang hanya mendaftar saat sedang sakit juga kena sindir Sri Mulyani. Pasalnya, mereka tak mau lagi membayar iuran ketika sudah sehat.

"Banyak yang terjadi sekarang orang hanya beli kartu BPJS untuk jadi anggota pas mau masuk rumah sakit, habis itu dia enggak mau angsur lagi," sindir Sri Mulyani. "Seolah itu sudah menjadi urusan Bu Menkeu deh kalau saya sakit tagihannya."

Dengan demikian, Sri Mulyani berharap masyarakat yang lebih paham soal pengelolaan keuangan mau memberikan edukasi kepada yang lain. Termasuk soal pentingnya asuransi.

"Kita tetap berdoa, solat, puasa, kita tetap berharap," pungkas Sri Mulyani. "Tapi financial planning itu juga bentuk tanggung jawab kita untuk kepada diri sendiri maupun ke masyarakat apalagi ke anak cucu kita."

You can share this post!

Related Posts
Loading...