Penulis Naskah Ternyata Sudah Garap Ide 'Hotel Del Luna' Sejak 2010 Silam
Twitter/CJnDrama
TV

Tim produksi 'Hotel Del Luna' bahkan membutuhkan waktu 3 bulan untuk membuat efek grafis di luar angkasa di mana aktor cameo Lee Si Eon dan IU bertemu.

WowKeren - "Hotel Del Luna" kini sukses menjadi salah satu drama favorit publik. Hal itu dibuktikan dengan gelar drama terbanyak dibicarakan menurut Good Data Corporation yang sudah diraih drama tvN itu selama 5 pekan berturut-turut.

Namun, tahukah anda jika sebenarnya "Hotel Del Luna" bukan drama yang baru diciptakan oleh penulis naskah Hong Sisters? Salah satu artikel Naver belum lama ini mengungkap jika butuh waktu 6 tahun lebih untuk bisa mem-visualisasikan drama ini.


Penulis naskah Hong Sisters rupanya menggarap ide "Hotel Del Luna" saat menggarap "My Girlfriend is a Gumiho" pada 2010 silam. Lalu pada 2013, mereka mencoba untuk menayangkan "Hotel Del Luna" namun terpaksa menyerah karena kondisi rumah produksi saat ini belum bisa membuat visualisasi hotel.

Pada akhirnya duo penulis naskah ini memilih menayangkan "The Master's Sun" alih-alih "Hotel Del Luna". Lalu pada 2019 ini, drama yang dibintangi oleh IU dan Yeo Jin Goo itu pun menemui titik terang karena semakin canggihnya penggarapan efek grafis (CG).

Bahkan saat ini banyak artikel di halaman online yang memberikan pujian pada efek CG terutama untuk harimau dan hotel dengan nama "Level CG Hotel Del Luna". Ini berada di level yang lebih tinggi dari "Arthdal Chronicles", yang punya biaya produksi mencapai 40 miliar won.

Tim produksi "Hotel Del Luna" juga bekerja keras dalam membuat drama fantasi yang lebih realistis ketimbang "Goblin". Mereka bahkan membutuhkan waktu 3 bulan untuk membuat efek grafis di luar angkasa di mana cameo Lee Si Eon dan IU bertemu.

Padahal dalam drama adegan itu hanya berlangsung beberapa detik. Belum lagi interior hotel yang rupanya dibuat sendiri dalam studio berukuran 6,6 ribu m2.

Mereka juga membuat "pohon kutukan" dari goresan. "Pohon tua besar yang menyimbolkan IU, batangnya besarnya dibangun dengan semen dan kami sendiri yang menempelkan kulit kayu, lumut dan bunga di permukaan," ungkap sutradara art, Choi Ki Ho.

You can share this post!

Related Posts
Loading...