Menteri Susi Pudjiastuti Protes Keras Saat Menkeu Sri Mulyani Disuguhi Botol Plastik
https://kkp.go.id/
Nasional

Menteri KKP Susi Pudjiastuti selalu gencar menyuarakan kampanye untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai yang dianggap menjadi penyebab pencemaran lingkungan.

WowKeren - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti selalu gencar menyerukan pada masyarakat untuk tidak memakai plastik sekali pakai. Sebab, sifat plastik yang sulit terurai ikut menjadi penyebab pencemaran lingkungan termasuk laut.

Pada acara The Nation Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia dengan tema Sumber Daya Digital Millenial Unggul, 1000 Inovasi Digital – Indonesia Maju di Istora Senayan, ia sempat marah-marah usai melihat sejumlah botol plastik disuguhkan di depan mejanya. "Hindari pemakaian plastik sekali pakai," kata Susi, Minggu (18/8).


Dalam acara tersebut, hadir juga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga merupakan teman dekat Susi. Sri pun juga mendukung pernyataan sahabatnya itu. "Ini botol plastik saya kurang suka," ujarnya.

Sebagai penggantinya, Susi mengimbau agar masyarakat membawa tumbler atau botol minum sendiri dari rumah guna mengurangi jumlah sampah plastik. Ia kemudian menyinggung pencemaran lingkungan karena banyaknya sampah di lautan.

"Sampah di laut nomer dua terbesar di dunia," tegas Susi. "Bulan lalu saya demo di depan istana, sekarang saya demo di depan anak-anak muda. Setop pemakaian plastik sekali pakai."

Ia menyebut bahwa saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang merapat untuk melakukan kerja sama menanggulangi penggunaan plastik. Tentu saja, hal ini menjadi sinyal baik dalam menekan sampah plastik. Salah satunya adalah perusahaan terkemuka Danone.

"Alhamdulillah sudah beberapa perusahaan," jelas Susi di rumah dinasnya, Jakarta, Kamis (15/8). "Danone sudah merapat untuk kita bekerja bersama mengurangi persoalan dari botol mineral sekali pakai misalnya."

Danone sebagai perusahaan air mineral, dikatakan Susi, bukan satu-satunya perusahaan yang sadar akan pentingnya menekan penggunaan plastik yang kian mengancam kelestarian lingkungan. Ada satu lagi perusahaan petrokimia yang juga sadar akan hal tersebut, namun ia tidak secara gamblang menyebutkan.

"Bagaimana pun juga keresek dan kantong plastik harus suatu saat dikurangi dan dihentikan ujungnya," kata Susi. "Karena memang tidak bisa lagi ini menjadi persoalan bangsa."

You can share this post!

Related Posts
Loading...