Luruskan Salah Paham, KPI Tegaskan Bukan Lembaga Sensor Lewat Video Ini
TV

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meluruskan kesalahpahaman masyarakat perihal sensor di TV dengan menegaskan bahwa KPI bukanlah lembaga sensor melalui unggahan video.

WowKeren - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sering melakukan teguran kepada stasiun televisi yang melanggar aturan yang sudah diterapkan pada undang-undang penyiaran. Hal ini membuat publik kadang salah kaprah dalam berpersepsi.

Publik sering mengira bahwa sensor yang terdapat pada sebuah tayangan itu dilakukan oleh KPI. Untuk meluruskan salah paham ini, KPI menyajikan penjelasannya melalui sebuah video yang di unggah di akun Instagram.


Penjelasan tersebut bermula dari seorang wanita yang menanyakan tentang wewenang pengawasan KPI. “KPI sendiri ini dalam bentuk pengawasan itu sensor kah atau kayak bentuk perizinan tayang,” tanya seorang wanita.

Pertanyaan tersebut lantas dijelaskan dengan gamblang untuk menegaskan bahwa KPI bukanlah lembaga sensor. Sehingga KPI tidak memiliki kewenangan untuk menyensor sebuah tayangan.

“Ini kan kita masih harus mengkaji multi sektor ya, yang harus digaris bawahi, yang harus di bold itu adalah bahwa KPI ini bukanlah lembaga sensor, tidak ada kewenangan KPI untuk melakukan sensor,” jelas salah satu komisioner KPI. “Kan KPI itu kan sering diserang ya, soal kartun yang disensor, dada lah, macam-macam itu. Tidak ada kebijakan di kita untuk melakukan sensor, dan bukan kewenangan KPI.”

“Kewenangan KPi itu adalah post production, setelah ditayangkan. Tapi itu tidak boleh ngubeg-ngubeg program orang sebelum ditayangkan. Tidak ada kewenangan KPI di dalam struktur peraturan dan perundang-undangan yang memperbolehkan KPI untuk melakukan sensor,” sambungnya lagi. “Jadi yang perlu digaris bawahi memang kita tidak punya kewenangan untuk menyensor.

(FYI) KPI tidak melakukan sensor ke tayangan televisi, karena tidak ada kewenangan kami untuk melakukan sensor,” tulis akun @kpipusat. “Kewenangan KPI adalah post-production atau pasca tayang (Selengkapnya bisa dilihat di video di atas ya) Video: HumasKPIPusat/@tedyrantono.

Video penjelasan ini rupanya masih menuai komentar miring dari masyarakat. “Iyaaa,, tp stasiun tv melakukan sensor,, krna kalo tayang apa adanya,,.kalian tegur2, bikin SP.. maka'ny mereka takut, dan jadi di sensor oleh pihak tv sendiri... jadi balik lagi, salah siapa?” tulis akun @yohanesxxx.

You can share this post!

Related Posts
Loading...