Produser ‘Hotman Paris Show’ kini buka suara untuk menanggapi tudingan Elza Syarif yang merasa dijebak dan dihina saat diundang sebagai bintang tamu di acara tersebut.
- Lailatul Maghfiroh
- Kamis, 05 September 2019 - 13:25 WIB
WowKeren - Belum lama ini publik dihebohkan dengan aksi Nikita Mirzani yang melabrak Elza Syarif di acara “Hotman Paris Show”. Kejadian ini lantas berbuntut panjang hingga akhirnya Elza merasa dilecehkan dan melaporkan Niki ke kantor polisi.
Tak hanya Niki, Elza juga turut melaporkan Hotman Paris Hutapea selaku pemandu acara. Elza juga merasa dijebak oleh tim “Hotman Paris Show” untuk bertemu Niki.
Hingga akhirnya Hotman dan program ini turut menjadi perbincangan publik. Kendati demikian, pihak stasiun televisi pun buka suara untuk menanggapi hal ini.
Sigit Saputro yang menjabat sebagai produser acara “Hotman Paris Show” membantah tudingan Elza tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelumnya Elza telah diberitahu akan ada Niki yang juga menjadi bintang tamu bersamanya.
"Sebelum duduk di sofa 'Hotman Paris Show', dia tahu bahwa akan ada Nikita,” kata Sigit Saputro dilansir dari detikHot saat ditemui di MNC Tower, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (4/9). “Sudah di briefing akan ada Nikita. Akan ketemu sama Nikita."
Selain itu, Sigit juga mengatakan bahwa kata-kata kasar yang dilontarkan oleh Niki saat syuting tapping juga sudah difilter. Sehingga hal tersebut tidak sampai tayang di televisi.
"Oh nggak ada perjanjian. Nggak ada unsur-unsur yang kata-kata kasar, kotor nggak ada,” ungkap Sigit. “Karena udah gue filter, kata-kata itu udah gue buang."
Soal tudingan menjebak dan penghinaan kepada Elza, Sigit sangat yakin hal itu tidak ada dalam program “Hotman Paris Show”. Sehingga ia menduga bahwa yang dipermasalahkan oleh pengacara Sajad Ukra itu adalah video dari sumber yang lain.
"Kemudian yang nongol sebenarnya, mungkin di tayangan-tayangan YouTube lain ya,” tandas Sigit. “Di tayangan program gue nggak ada kata-kata kasar yang penghinaan, nggak ada. Semua bentuk luapan emosi Niki. Karena Niki mungkin, ya ngerasa benar."
(wk/lail)