Sri Mulyani Akan Identifikasi 267 Juta Rekam Medis Penduduk RI
Nasional

Sri Mulyani ingin rekam medis 267 Juta penduduk Indonesia diidentifikasi. Identifikasi tersebut diperlukan agar pemerintah tahu berapa alokasi dana yang dibutuhkan untuk menjamin rakyat-rakyatnya.

WowKeren - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ingin rekam medis 267 Juta penduduk Indonesia diidentifikasi. Hal ini dilakukan agar pemerintah bisa mengidentifikasi kebutuhan, alokasi dana kesehatan dan kebutuhan premi yang tepat dari tiap individu sesuai risiko dan kebutuhannya.

"Sehingga tujuan utama alokasi anggaran kesehatan agar semua masyarakat Indonesia memperoleh manfaat sistem kesehatan nasional sebagai peserta dapat tercapai," kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (9/9).


Diketahui alokasi anggaran Pemerintah untuk sektor kesehatan masyarakat terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Bila alokasi budget untuk kesehatan Rp 59.7 triliun pada 2014, maka angkanya melonjak lebih dari 100 persen menjadi Rp 123,1 triliun pada 2019.

Oleh karena tahun depan akan direncanakan anggaran kesehatan akan naik lebih tinggi lagi yakni mencapai Rp 132 triliun. Mayoritas dialokasikan untuk kelompok masyarakat miskin dan masyarakat hampir miskin.

Namun, alokasi anggaran yang besar tersebut perlu dikaji agar tepat sasaran. Oleh karena itu, Sri Mulyani menilai perlunya teknologi digital dalam membantu pemerintah mendesain sistem kesehatan nasional yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Seluruh data berupa antara lain identifikasi para peserta (masyarakat), tidak hanya identifikasi nama, tanggal lahir, tinggi dan berat badan, jenis kelamin, alamat tiap individu," terangnya. "Tetapi seharusnya teknologi dapat digunakan untuk mengumpulkan data individu yang menyeluruh termasuk rekam medisnya."

Permintaan Sri Mulyani ini dapat dikaitkan dengan usulannya terkait menaikkan harga iuran BPJS Kesehatan. Pasalnya mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu kerap disalahkan terkait naiknya harga iuran BPJS Kesehatan.

Bahkan ada yang menilai jika Menkeu tersebut mengingkari sumpah jabatan yang mengatasnamakan Tuhan dan menafikan kesetiaan terhadap republik. Sayangnya, hal perkataan tersebut ditentang oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Nufransa Wira Sakti.

Menurutnya, Sri Mulyani adalah orang hebat yang rela meninggalkan gajinya yang puluhan kali lipat demi menjadi menteri. Pengorbanan tersebut adalah bukti cinta dan pengabdiannya kepada tanah kelahirannya Indonesia.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts