Wiranto lantas bertemu dengan sejumlah tokoh Maluku terkait penanganan korban gempa Ambon. Dalam kesempatan itu, ia juga meminta maaf terkait pernyataannya tersebut.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 17:25 WIB
WowKeren - Menko Polhukam Wiranto sempat mengeluarkan pernyataan terkait korban gempa Ambon, Maluku, yang berujung kontoversi. Dalam pernyataan sebelumnya, Wiranto menyebut bahwa banyaknya pengungsi gempa di Maluku telah menjadi beban bagi pemerintah pusat.
Pernyataan tersebut membuat sejumlah pihak merasa tersinggung. Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) bahkan melayangkan surat yang menyatakan jika memang para pejabat negara sudah tidak menganggap Maluku bagian dari NKRI maka lebih baik mereka dihapus dari peta Indonesia.
Wiranto lantas bertemu dengan sejumlah tokoh Maluku terkait penanganan korban gempa Ambon. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta maaf terkait pernyataannya tersebut.
"Beberapa hari yang lalu saya sampaikan masalah pengungsi, yang saya sudah jelaskan panjang lebar dan mendapat tanggapan yang cukup ramai di media sosial," tutur Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam pada Jumat (4/10). "Dalam kesempatan ini, saya sampaikan bahwa kalau ada ucapan dan kalimat yang saya sampaikan, apabila dirasa mengganggu masyarakat Maluku dan menyakiti hati dan sebagainya, itu pasti bukan karena saya sengaja untuk menyakiti hati dan menyinggung perasaan masyarakat Maluku. Tapi kalau ada yang tersinggung dan sakit hati, secara tulus saya minta dimaafkan."
Mantan Panglima ABRI tersebut menilai bahwa yang paling penting saat ini adalah fokus untuk membantu para korban gempa Ambon. Ia menjelaskan bahwa masih ada warga yang takut gempa susulan, sehingga masih belum kembali ke rumah.
"Dari laporan yang saya terima, masih ada saudara yang masih tinggal di hutan, gunung masih takut gempa susulan dan tsunami. Padahal laporan lembaga resmi terkait masalah antisipasi sudah tidak ada informasi itu," jelas Wiranto. "Sehingga kewajiban kita, pemerintah, untuk bisa kembali ke rumah masing-masing karena tempat pengungsian jauh dari pemukiman, penyakit bisa menyebabkan satu hal yang lebih sulit bagi para pengungsi."
Sebelumnya, Wiranto sempat menolak untuk memberikan komentar terkait protes yang dilayangkan KKBMM. Ia justru meminta agar media yang mendinginkan suasana terkait polemik dirinya. "Anda yang mendinginkan, bukan saya," kata Wiranto sembari menunjuk ke arah wartawan pada Kamis (3/10).
(wk/Bert)